Disdik Sumenep Larang Guru dan Siswa Bawa HP selama KBM Berlangsung

- Redaksi

Rabu, 12 Februari 2025 - 17:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

CERAH: Pegawai berjalan menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

CERAH: Pegawai berjalan menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, siap terbitkan Surat Edaran (SE) mengenai pemanfaatan handphone (HP) atau telpon genggam selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Kebijakan ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran serta mencegah dampak negatif penggunaan gawai atau HP yang tidak terkontrol di lingkungan pendidikan.

“Tujuan dari SE itu adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan sekaligus menghindari dampak negatif pemanfaatan gawai,” ujar Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra. Rabu (12/2/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Aktivis Sumenep Diserang Netizen, Usai Protes Kehadiran Mie Gacoan

Ia menekankan, gawai hanya bisa digunakan jika proses pembelajaran memang membutuhkan dan mengharuskan penggunaan peralatan multimedia seperti halnya gawai maupun sejenisnya.

“Silahkan menggunakan gawai jika itu dibutuhkan (untuk pembelajaran, red),” jelasnya.

Menurutnya, SE tersebut tidak hanya berlaku kepada siswa, tetapi juga kepada tenaga pendidik saat kegiatan mengajar di dalam kelas.

“Jika gawai itu tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran, maka guru dilarang membawa dan mengaktifkan gawai di dalam kelas,” tegasnya.

Agus juga mewajibkan seluruh satuan pendidikan mensosialisasikan kepada wali murid supaya bisa mendampingi dan memberi pemahaman dalam memilih konten yang positif melalui gawai masing-masing.

“Karena memang butuh kolaborasi atau kerjasama, sekolah dan orang tua murid,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57 WIB

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Berita Terbaru

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara melintas di lokasi ambruknya tiang listrik di ruas jalan setelah Jembatan Manyar menuju kawasan JIIPE, Gresik (Dok. Seputar Jatim)

Jawa Timur

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:14 WIB