Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Camat Lenteng tutup mata soal dugaan kasus korupsi Desa Meddelan (Doc. Jago Berita)

ILUSTRASI: Camat Lenteng tutup mata soal dugaan kasus korupsi Desa Meddelan (Doc. Jago Berita)

SUMENEP, Seputar Jatim – Meski berbagai dugaan kasus di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, viral dan menuai sorotan publik, Camat Lenteng, justru memilih diam seribu bahasa.

Sikap bungkam Camat Lenteng, Supardi, memantik pertanyaan serius dari kalangan insan pers terkait kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya.

Supardi dinilai tidak menjalankan fungsinya sebagai pembantu Bupati, khususnya dalam pembinaan serta pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aliansi Lintas Media, Hendra, menegaskan bahwa sikap Camat Lenteng yang terkesan abai terhadap berbagai dugaan penyimpangan di desa binaannya tidak dapat dibiarkan.

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Sumenep harus segera memanggil Camat Lenteng.

“Camat Lenteng ini paham Tugas Pokok dan Fungsi nya (Tusi) tidak? Mestinya ketika ada kegaduhan di wilayah kekuasaanya harusnya sigap dan cepat bertindak. Bukan malah tidak merespon kegaduhan yang terjadi. Apalagi Desa Meddelan gaduh terkait dugaan berbagai penyimpangan,” terangnya, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Ia menambahkan, jika camat enggan turun langsung ke lapangan untuk membantu menyelesaikan polemik di desa, setidaknya memanggil Kepala Desa Meddelan untuk meminta klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang liar di tengah masyarakat.

“Kasus yang viral itu kan mulai dari dugaan proyek siluman TPT di Desa Meddelan 2025, dugaan korupsi proyek pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan 2025. Termasuk dugaan proyek siluman perbaikan atau pengaspalan jalan Desa Meddelan 2025 yang juga tanpa papan mana proyek,” paparya.

Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa camat merupakan kepanjangan tangan Bupati di tingkat kecamatan. Ketidakmampuan menjalankan tugas pemerintahan secara profesional dinilai sama saja dengan mencoreng nama baik Bupati Sumenep selaku atasan langsung.

Terlebih, tugas dan kewenangan camat telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan.

“Kan camat bertanggung jawab langsung kepada Bupati. Intinya, minimal Camat Panggil Kades Meddelan atau Inspeksi Mendadak (Sidak) ke berbagai lokaai proyek di Desa Meddelan,” tandasnya.

Menurutnya, berdasarkan kewenangan yang dimiliki DPMD Kabupaten Sumenep, Camat Lenteng sudah selayaknya dievaluasi karena dinilai tidak becus menjalankan peran pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintahan desa serta pembangunan yang berlangsung.

Baca Juga :  MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Sementara itu, hingga berita ini terbitkan, Camat Lenteng, Supardi, tetap tidak memberikan respons saat dikonfirmasi sejumlah awak media, meski nomor telepon selulernya dalam kondisi aktif. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru