SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak dengan menjadikan desa sebagai garda terdepan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di tingkat desa. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mempercepat penanganan kasus di masyarakat.
Dinsos P3A kini tidak lagi hanya mengandalkan pola penanganan yang bersifat reaktif, melainkan bertransformasi ke pendekatan preventif berbasis komunitas.
Pada tahun 2026, sebanyak tujuh desa tambahan ditargetkan membentuk Satgas PPA. Dengan demikian, total desa yang telah memiliki Satgas PPA mencapai 38 desa.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, R. Rahman Riadi, menegaskan bahwa perluasan tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk menekan angka kekerasan sekaligus mempercepat respons penanganan di lapangan.
“Dinsos P3A ingin memastikan tidak ada lagi jarak antara korban dengan layanan perlindungan. Dengan Satgas PPA di desa, masyarakat memiliki akses langsung untuk melapor, mendapatkan pendampingan, dan perlindungan sejak awal,” ungkapnya, Rabu (15/04/2026).
Menurutnya, Satgas PPA bukan sekadar struktur tambahan, melainkan instrumen kerja yang dirancang aktif di tengah masyarakat. Mereka memiliki peran mulai dari penanganan kasus, pendampingan korban, hingga edukasi secara berkelanjutan.
Dalam implementasinya, Dinsos P3A menekankan pentingnya deteksi dini sebagai kunci utama. Satgas PPA didorong untuk peka terhadap dinamika sosial di lingkungannya, sehingga potensi kekerasan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi kasus serius.
“Selama ini banyak kasus terlambat ditangani karena minimnya akses dan keberanian melapor. Dengan kehadiran Satgas di desa, kami ingin memutus rantai itu sejak awal,” tegasnya.
Selain itu, Dinsos P3A juga memperkuat pembinaan terhadap Satgas PPA agar tetap berjalan efektif dan tidak sekadar formalitas. Monitoring dan pendampingan rutin dilakukan untuk memastikan setiap unit benar-benar bekerja dan memberikan dampak nyata.
Dengan langkah ini, Dinsos P3A Sumenep optimistis mampu membangun sistem perlindungan yang lebih kuat, merata, dan berkelanjutan.
“Desa kini tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam menjaga keamanan serta masa depan perempuan dan anak,” pungkasnya. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









