DPMD Sumenep Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Pembinaan LPPD Profesional

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOKUS: Suasana kegiatan pembinaan LPPD yang digelar DPMD Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

FOKUS: Suasana kegiatan pembinaan LPPD yang digelar DPMD Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai serius membenahi kualitas tata kelola pemerintahan desa dengan menggelar pembinaan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) agar lebih profesional, akurat, dan berbasis kinerja nyata.

Kegiatan itu dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Didik Wahyudi, mewakili Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Plt Kepala DPMD Sumenep Anwar Yusuf Sahroni, jajaran OPD, para camat, serta aparatur pemerintah desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi pengelolaan anggaran desa, Pemkab Sumenep menilai kualitas administrasi pemerintahan desa menjadi pondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asisten I Setdakab Sumenep, Didik Wahyudi, menegaskan bahwa LPPD bukan sekadar laporan tahunan untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan instrumen penting dalam mengevaluasi jalannya pemerintahan desa selama satu tahun anggaran.

“LPPD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan pemerintahan desa berjalan dengan baik,” ujarnya, di Aula Hotel Mizye, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, penyampaian LPPD telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor 46 Tahun 2016 tentang Laporan Kepala Desa. Karena itu, seluruh kepala desa diwajibkan menyusun laporan secara tertib dan tepat waktu.

Baca Juga :  Perusahan Rokok Lokal di Sumenep Bantu Petani Tembakau Lepas dari Lilitan Utang

Menurutnya, desa dengan administrasi yang baik akan lebih mudah menjalankan program pembangunan secara terukur dan tepat sasaran.

“Kalau administrasi desa tertib, maka tata kelola pemerintahan desa juga akan semakin baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Sumenep, Anwar Sahroni Yusuf, menilai pembinaan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam memahami pola pelaporan pemerintahan yang sesuai regulasi dan kebutuhan evaluasi pembangunan daerah.

Ia menegaskan, desa saat ini tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama yang hanya fokus pada pelaksanaan program tanpa memperhatikan kualitas administrasi dan pelaporan.

“Desa harus mulai membangun budaya kerja yang tertib administrasi dan berbasis data. Karena laporan pemerintahan desa hari ini menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan desa secara menyeluruh,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas LPPD juga akan memengaruhi proses pembinaan dan evaluasi pemerintah daerah terhadap desa, termasuk dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Kami ingin seluruh desa di Kabupaten Sumenep memiliki standar penyusunan laporan yang baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bagian dari upaya membangun pemerintahan desa yang lebih modern dan profesional,” pungkasnya.

Melalui pembinaan tersebut, DPMD berharap aparatur desa semakin memahami pentingnya administrasi pemerintahan yang rapi dan akuntabel. Dengan demikian, desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang sehat dan dipercaya masyarakat.

Di sisi lain, langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sumenep ingin menjadikan desa sebagai pusat pembangunan yang kuat dari sisi pelayanan publik, pengelolaan anggaran, hingga kualitas birokrasi pemerintahan. (EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengawasan MBG Dinilai Lemah, DPRD Sumenep Desak Satgas Gerak Cepat
DPRD Sumenep Kebut 31 Raperda Prioritas 2026, Fokus Dongkrak PAD dan Perkuat Pembangunan
Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun
Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan
Pansus DPRD Sumenep Fokus Raperda Aset, Dorong Pemanfaatan Lebih Maksimal
Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
Pansus II DPRD Sumenep Matangkan Raperda Penyertaan Modal BPRS Bhakti Sumekar
Utamakan Keselamatan Publik, DLH Pangkas Dahan Rawan di Gerbang Pemkab Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:43 WIB

DPMD Sumenep Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Pembinaan LPPD Profesional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:26 WIB

Pengawasan MBG Dinilai Lemah, DPRD Sumenep Desak Satgas Gerak Cepat

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:41 WIB

DPRD Sumenep Kebut 31 Raperda Prioritas 2026, Fokus Dongkrak PAD dan Perkuat Pembangunan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:38 WIB

Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:31 WIB

Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan

Berita Terbaru