Oknum Polwan Polres Sampang Disinyalir Jadi Beking Pelaku Penipuan Jual Beli Mobil

- Redaksi

Minggu, 13 Maret 2022 - 06:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Sampang, seputarjatim.com–Oknum Polwan Polres Sampang diduga bekingi salah seorang terduga penipuan jual beli mobil bernama Noval, warga Banyuates, Kabupaten Sampang , Madura. Sabtu, 12/03/2022.

Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Polwan tersebut saat diruangan Pidek yang terkesan berpihak kepada salah seorang terlapor yang diakuinya adalah saudara sepupunya.

“Adik saya ini sebagai korban karena ada penekanan dari si Billy,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itupun memantik respon Jurnalis Sumenep dengan menanyakan kapasitasnya sebagai apa diruangan tersebut dan ada hubungan apa dengan terlapor Noval.

“Noval adik sepupu saya,” kata dia kepada Jurnalis Sumenep.

Salah seorang petugas yang berada di ruangan Pidek tersebut juga menimpali bahwa si Noval ini adalah korban penipuan.

Kemudian, Igusty sapaan pria 36 tahun tersebut kembali merespon , “Apapun alasannya, seseorang yang mendukung kejahatan dengan mengungkapkan kebohongan untuk mengelabuhi orang lain dalam membantu bertindak kejahatan wajib diproses,” ungkap Igusty.

“Kalau orang lain diakui saudara dan melakukan persekongkolan dalam melakukan kejahatan apakah itu bukan sebuah kejahatan? ,” tambah Igusty.

Hal itupun kembali mendapat jawaban dari salah seorang petugas di ruangan Pidek.

“Si Noval ini sudah mendapatkan penekanan,” tuturnya.

Petugas pengintrogasi kemudian memberikan pertanyaan kepada Noval, dengan alasan apa mengakui Billy sebagai saudaranya, Si Noval menjawab karena ada penekanan.

“Saya ditekan untuk mengakui Billy saudara saya,” jelas si Noval ketika diintrogasi.

“Dia (Noval) melakukan perbuatan seperti itu karena ditekan dan berdasarkan bukti petunjuknya pak, diintervensi untuk berbuat seperti itu,” tambah petugas pengintrogasi.

“Saya pernah menangani kasus anggota juga yang pernah ditipu persis dengan kasus seperti ini, dia (anggota) pernah menekan kita agar pemilik mobil dijadikan tersangka,”imbuhnya.

Lebih jauh, Petugas yang pada malam itu bertugas diruangan Pidek tersebut memaparkan bahwa Noval sudah diremot.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Sindikat Praktik Aborsi

“Ketika orang yang waras menyuruh dan orang yang disuruh tidak tahu perbuatannya itu bagaimana? Dia diremot, dicuci otaknya dalam artian sesuai dengan bukti chatnya,” ungkap petugas di ruangan Pidek.

Kemudian, Igusty memberikan jawaban kepada anggota bahwa Noval masih dalam keadaan waras.

“Noval ini waras atau tidak? Kalau masalah dia dicuci otaknya atau diremot itu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” timpal Igusty.

Dalam ruangan Pidek tersebut, Anggota Polwan menemani Noval, sementara istri dari Igusty tidak diijinkan masuk.

“Anggota yang mengintrogasi dan anggota Polwan yang mengaku sepupu dari Noval tersebut terkesan berpihak, dengan mengatakan bahwa Noval ini adalah korban, sementara petugas yang mengintrogasi menjelaskan bahwa Noval sudah dicuci otaknya,” terang Igusty.

Lebih jauh Igusty bertutur bahwa sebagai aparat penegak hukum, harus bisa menunjukkan kenetralannya dalam menegakkan kebenaran.

“Tidak sepatutnya, anggota Polwan ini menunjukkan keberpihakan bahkan ketika saya bersama istri ke Ruangan SPKT untuk membuat Laporan, Si Polwan Polres Sampang ini mengikuti hingga terjadi percekcokan dengan istri saya.

“Oknum Polwan ini sudah menunjukkan sikap yang mengintimidasi dan merecoki. Bahkan ketika saya menuju ke ruangan SPKT untuk membuat laporan polisi masih saya mengikuti, bahkan duduk didepan saya. Padahal Kapolri, menginginkan visi misi Polri Presisi itu berjalan maksimal dan diterapkan kepada segenap masyarakat agar masyarakat mendapat pengayoman dan keadilan,” tandasnya.

Namun berbeda dengan Oknum yang satu ini, kata Igusty melanjutkan. “Saya Baru menemukan oknum Polwan berlagak seperti ini. Istri Kapolri saja beradab. Apa sih pangkatnya orang yang mengaku sepupunya Noval itu,” bebernya.

Sekedar diketahui bahwa, aksi sindikat penipuan tersebut digelar di Rumah Anggota Polwan Inisial A tersebut. Hal itu dibuktikan dengan pernyataan anggota Polwan itu sendiri di ruangan Pidek.

Baca Juga :  200 Tersangka Narkoba Dibekuk

“Rumah itu adalah rumah saya dan Noval memang sering dirumah saya karena di Rumah tidak ada orang, ” kata Polwan Polres Sampang Inisial A.

Sementara itu, Kuasa Hukum dari Igusty, Ach Supyadi SH, MH menerangkan bahwa mobil yang menjadi objek penipuan tersebut diamankan Polres Sampang.

“Mobil tersebut masih diamankan Polres Sampang sebagai barang bukti,” terangnya.

Tak lupa, Pengacara Single Fighter asli Kepulauan itu menyentil sikap oknum Polwan yang diduga membekingi terduga Pelaku penipuan jual beli mobil tersebut yang tak lain adalah saudaranya.

“Harusnya, Oknum Polwan  Polres Sampang berinisial A tersebut bersikap netral dalam kasus ini. Bukan malah ngerecoki bahkan menunjukkan keberpihakan kepada saudaranya yang terlibat kasus penipuan,” tegas Ach Supyadi SH, MH.

Dan sangat ironis, kata dia, jika TKP terjadinya penipuan jual beli mobil tersebut digelar di rumah oknum Anggota Polwan itu sendiri.

“Si Noval ini sudah memastikan rumah anggota Polwan tersebut adalah rumahnya sendiri, sementara menurut keterangan dari oknum Polwan Polres Sampang Inisial A, rumah yang menjadi tempat transaksi jual beli mobil itu adalah miliknya. Aneh sekali,” tandasnya.

Guna menindak lanjuti perkembangan kasus penipuan tersebut, sejumlah awak media mendatangi Kasat Reskrim Polres Sampang untuk meminta konfirmasi.

“Masih dalam tahap Lidik,” jawab Kasatreskrim singkat.

Disisi lain , salah seorang Jurnalis Sampang turut memberikan komentar bahwa Oknum Polwan tersebut mempunyai kepribadian yang sombong.

“Itu ( Ayu, Red) anak buahnya Pak Sony dan memang sombong dan merasa paling cantik. Dia pun pernah dipindah ke Polsek Banyuates,” tandasnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB