Perkuat Perekonomian Desa Melalui Wisata, Ketua AKD Apresiasi Pemdes Pagarbatu

- Redaksi

Kamis, 4 Agustus 2022 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Ketua AKD Miskun Legiyono (blangkon merah) didampingi Kepala Desa pagarbatu di wisata boekit tawap lengleng

Foto:Ketua AKD Miskun Legiyono (blangkon merah) didampingi Kepala Desa pagarbatu di wisata boekit tawap lengleng

SUMENEP, seputarjatim.com–Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sumenep, Madura, Miskun Legiyono mengapresiasi Pemerintah Desa Pagarbatu yang sukses membangun desa melalui destinasi wisata yang diberi nama boekit tawap lengleng.

Hal tersebut diungkapkan yon sapaan akrab Miskun Legiyono ketika mendampingi artis jebolan dangdut academy Irwan Krisdyanto, dalam acara Gebyar semarak Pagarbatu EMAS (Elok Maju Mandiri dan Sejahtera) di wisata boekit tawap lengleng desa setempat.

“Saya salut kepada Pemdes Pagarbatu, dengan menciptakan pembangunan wisata Bukit Tawap,  ini luar biasa,” ujarnya.

Di era serba digital saat ini Ia mengajak semua Kepala Desa se Kabupaten Sumenep untuk melek terhadap potensi desa, salah satunya membangun wisata seperti ini melalui BUMDes.

Baca Juga :  Koprasi Simpan Pinjam di Sumenep Harus Berbasis Modernisasi

Lanjut yon,dengan adanya BUMDes secara tidak langsung akan memperkuat pemerintahan Desa baik dari segi perekonomian ataupun yang lainnya.

“Saya lihat potensi peningkatan ekonomi berbasis lokal desa cukup prospektif untuk perluasan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat desa, dan ini harus dijadikan peluang oleh teman-teman kepala desa,” Terangnya.

Ditempat yang sama, kepala desa pagarbatu mengungkapkan, Destinasi wisata yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari pusat kota Sumenep tersebut sukses dibangun dari swadaya warga setempat bekerja sama dengan pokdarwis dan BUMDes pagarbatu.

“Pembangunan wisata bukit tawap lengleng ini berdasarkan simpanan warga dengan cara menabung setiap bulan Rp 200.000 atau Rp 2,4 juta dalam setahun, sampai saat ini total sudah ada 698 penabung,” Jelas Imam Daud, kepala desa pagarbatu.

Baca Juga :  Terkesan Proyek Siluman, TPT Di Desa Jambu Disoal

Masih kata imam, nantinya kepada warga  yang menyumbang dengan cara menabung akan mendapatkan bagi hasil setiap bulannya, terkait besarannya tergantung dari pendapatan dari wisata bukit tawap tersebut.

“Saat ini sudah diberikan dari bagi hasil tersebut selama dua bulan, Mudah-mudahan kedepan boekit tawap ini ramai dari pengunjung agar dapat menambah nilai ekonomis bagi masyarakat setempat dan mempunyai nilai tambah dalam mengelola aset desa sehingga cita-cita menjadi desa yang mandiri dapat terwujud,” Pungkasnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru