Aktivis Minta Penegak Hukum Selidiki Lembaga PKBM Putra Bangsa Sumenep, Diduga Jadi Sarang Korupsi

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Lembaga PKBM Putra Bangsa Sumenep Diduga Jadi Sarang Korupsi (Foto Istimewa)

ILUSTRASI: Lembaga PKBM Putra Bangsa Sumenep Diduga Jadi Sarang Korupsi (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Aktivis kembali menyoroti Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Bangsa, yang bertempat di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Keberadaan lembaga ini diduga tidak beroperasi sebagaimana mestinya dan disinyalir menjadi ladang praktik korupsi. Hal ini, setelah ditemukannya indikasi mark up data siswa serta sarana dan prasarana oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jik dilihat dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), PKBM Putra Bangsa tercatat memiliki 174 siswa, dengan rincuan 121 siswa laki-laki dan 53 siswa perempuan. Kemudian, ada fasilitas berupa 10 ruang kelas, satu ruang guru, dan dua toilet.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hasil investigasi di lapangan menunjukkan bahwa lokasi lembaga sebagaimana tercatat dalam Dapodik tidak dapat ditemukan alamatnya.

Bahkan, tidak terlihat plang nama lembaga, bangunan, maupun aktivitas pendidikan di lokasi yang dimaksud. Temuan ini menimbulkan dugaan kuat bahwa lembaga tersebut fiktif.

“Jika benar lembaga ini fiktif namun tetap menerima dana bantuan, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap rupiah dari anggaran pendidikan seharusnya sampai kepada peserta didik, bukan diselewengkan oleh oknum tak bertanggung jawab,” ujar aktivis pemerhati pendidikan di Sumenep, Kachonk, Kamis (8/5/2025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumenep Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Patuhi Arahan Petugas

Ia menilai kasus ini mencerminkan lemahnya fungsi verifikasi dan pengawasan di sektor pendidikan nonformal.

“Banyak PKBM yang betul-betul menjalankan fungsi pendidikan di pelosok, namun bisa tercoreng oleh oknum lembaga nakal. Pemerintah tidak boleh abai. Harus ada audit menyeluruh, dan jika terbukti fiktif, proses hukum wajib dijalankan,” jelasnya.

Lanjut ia menambahkan, bahwa ketelanjuran semacam ini hanya akan merusak kepercayaan publik terhadap program pendidikan alternatif yang sebenarnya sangat dibutuhkan di daerah.

“Kasus seperti ini bisa menjadi bola salju kalau dibiarkan. Harus ada langkah tegas dari pemerintah daerah, mulai dari pencabutan izin operasional hingga pelaporan ke aparat hukum. Jangan tunggu laporan publik, tapi jemput bola,” tegasnya.

Sementara itu, aktivis muda Sumenep, Syarif, juga meminta agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap lembaga tersebut.

Jika benar terjadi pemalsuan data, maka hal itu melanggar hukum dan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ketika tidak ditemukan keberadaan fisik lembaga di alamat yang tertera dan justru terdapat nama yayasan lain, maka sudah sepatutnya pemerintah dan aparat hukum tidak tinggal diam,” tandasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, khususnya di bidang Pendidikan Nonformal (PNF), yang dinilai abai dalam proses verifikasi dan pengawasan lembaga penerima dana.

“Setiap PKBM seharusnya melalui proses verifikasi yang ketat sebelum menerima bantuan. Lemahnya pengawasan hanya akan membuka celah terjadinya penyelewengan,” terangnu.

Ia pun mendesak Bupati dan Wakil Bupati Sumenep untuk segera menertibkan pengelolaan pendidikan nonformal agar tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi.

“Penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan dana pendidikan harus segera dilakukan demi menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara,” pungkasnya.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Perluas Jalur Distribusi Buah Melon ke Pasar Swalayan Skala Nasional

Dengan begitu, ia berharap pemerintah daerah bersama Inspektorat melakukan audit menyeluruh, serta mendorong aparat hukum untuk menyelidiki kasus ini secara mendalam.

“Publik menunggu langkah konkret dari pemerintah dalam memastikan dana pendidikan digunakan sesuai peruntukannya,” imbuhnya. (EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Berita Terbaru