Anggaran Ratusan Juta Jadi Tanda Tanya, BUMDes Meddelan Cuma 16 Ekor Kambing

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Kondisi kandang ternak kambing milik BUMDes Meddelan. Dari anggaran Dana Desa yang diduga mencapai ratusan juta rupiah, di lokasi hanya ditemukan 16 ekor kambing (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kondisi kandang ternak kambing milik BUMDes Meddelan. Dari anggaran Dana Desa yang diduga mencapai ratusan juta rupiah, di lokasi hanya ditemukan 16 ekor kambing (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Lagi-lagi BUMDes Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam publik.

BUMDes ini disinyalir terjun dalam usaha pengadaan ternak kambing pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai yang diduga mencapai ratusan juta rupiah, namun fakta di lapangan justru memunculkan kejanggalan serius.

Informasi yang dihimpun media ini mengungkap, pengadaan ternak kambing tersebut diduga bernilai fantastis. Ironisnya, jumlah kambing yang dibeli disebut hanya 16 ekor.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini sontak membuat insan pers mengernyit. Hasil investigasi dan pendalaman materi menunjukkan harga kambing per ekor berkisar Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000.

Jika dirata-ratakan Rp2 juta per ekor, maka total belanja kambing hanya sekitar Rp32.000.000 dari alokasi 20 persen APBDes.

Ditambah biaya pembangunan kandang yang ditaksir maksimal Rp20.000.000, total kebutuhan anggaran diperkirakan tak lebih dari Rp52.000.000. Lantas, ke mana sisa dana yang diduga ratusan juta itu mengalir?

Baca Juga :  Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis

Saat dikroscek langsung ke lokasi kandang ternak di Desa Meddelan, awak media kembali dibuat terkejut. Fakta di lapangan menunjukkan kambing hasil pengadaan BUMDes yang bersumber dari APBDes hanya berjumlah 15 ekor.

Dikonfirmasi di lokasi kandang, Ketua BUMDes Meddelan, Asmuni, mengakui pembelian awal memang 16 ekor kambing, namun kini tersisa 15 ekor karena satu ekor mati.

Lebih mengejutkan lagi, Asmuni mengaku tidak mengetahui besaran total anggaran pengadaan ternak kambing yang dipimpinnya.

Ia menyebut, kambing tersebut sudah ada dan didatangkan tanpa penjelasan rinci kepadanya. Harga per ekor, total jumlah pengadaan, hingga total biaya pembelian disebut tidak pernah ia ketahui.

“Uang itu diduga ada di Kades Meddelan, tidak diserahkan ke saya. Saat saya minta untuk biaya pakan dan nutrisi seperti ampas tahu, Kades mengaku uang itu belum cair. Akibatnya saya kesulitan mencari pakan rumput liar setiap hari,” ujarnya dengan nada getir.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Meddelan, Moh. Harist, menyatakan, bahwa seluruh pengelolaan keuangan pengadaan ternak kambing telah diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes.

Pemerintah Desa, katanya, tidak ikut campur dalam urusan belanja dan pengelolaan ternak tersebut.

Baca Juga :  Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Pernyataan yang saling bertolak belakang ini kian menguatkan dugaan adanya kejanggalan serius dalam pengelolaan dana desa.

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas dugaan kebocoran anggaran dalam pengadaan ternak kambing BUMDes Meddelan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru