Cara Unik Kapolresta Sidoarjo Jamin Keamanan Warga Papua

- Redaksi

Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, menerima cinderamata khas Papua. (Fah/ SJ foto)

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, menerima cinderamata khas Papua. (Fah/ SJ foto)

SIDOARJO, seputarjatim.com Ika dan Vina mendapat kehormatan memasangkan ikat kepala khas Papua dari bulu burung Cendrawasih ke Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, Senin, 26/08/2019. Tidak hanya mereka berdua, dua temannya yakni Oktavina Linda dan Yosiana juga mendapatkan hadiah kado ulang tahun dari Kapolresta Sidoarjo. Kehadiran orang nomor satu Polresta Sidoarjo di Yayasan Pondok Efrat Anggaswangi, Sukodono, Kabupaten Sidoarjo ini dilakukan untuk menegaskan tidak ada isu perpecahan antara Suku Jawa dan Papua di Kota Delta Sidoarjo.

“Kita semua bersuadara, Jawa Timur aman, NKRI harga mati” tegas Zain Dwi Nugroho.

Baca Juga :  Abdul Hamid Ali Munir: Ayo Kerja Untuk Sumenep, Tanggalkan Semua Kepentingan

Mantan Sekpri Kapolri ini pun sempat berpesan kepada belasan anak Papua di Yayasan Efrat agar giat belajar, tidak takut dengan isu-isu yang berkembang dan jangan mudah terpengaruh dengan berita Hoax.

“Bukan tidak mungkin kalian nantinya bakal menjadi orang besar. Jenderal Polri pun banyak yang berasal dari Papua,” ujarnya.

Pose Gerakan Cinta NKRI. (Fah/ SJ foto)

Oktavina Linda, asal Nabire, Papua, merasa senang dan bangga dapat bertatap muka langsung dengan Kapolresta Sidoarjo. “Kami siap berguna bagi Bangsa dan Negara. Terima kasih atas motivasinya,” katanya bersemangat.

Di akhir acara, Oktavina dan teman-temannya yang berasal dari Papua mengajak Kapolresta Sidoarjo dan jajarannya menari Sajojo, tarian khas dari Tanah Papua untuk menyambut para tamu. Kapolresta Sidoarjo tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan yang diperagakan anak-anak muda Papua tersebut.

Baca Juga :  AirNav Surabaya : Menjaga Keselamatan Penerbangan Tugas Bersama

Ketua Yayasan Pondok Efrat Anggaswangi Sukodono Yohanes Tio mengatakan, di tempatnya saat ini terdapat 12 anak Papua. Mereka semua belajar di satu sekolah. “Jenjang SMP dan SMA. Masing-masing ada enam anak, harapan kami sama sesuai harapan Pak Kapolresta Sidoarjo. Mari doakan mereka agar kelak menjadi generasi penerus perjuangan Bangsa dan Negara,” pungkasnya. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru