Disinyalir Dikerjakan Asal-Asalan, Proyek TPT Di Lenteng Amblas

- Redaksi

Sabtu, 19 Februari 2022 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proyek Tembok Penahanan Tanah (TPT) yang berada di Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng.

Foto: Proyek Tembok Penahanan Tanah (TPT) yang berada di Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng.

SUMENEP, seputarjatim.com–Proyek Tembok Penahanan Tanah (TPT) yang berada di Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, yang diduga baru selesai pekerjaannya  sudah hancur berantakan.

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan proyek tersebut hancur, apakah murni kejadian alam ataukah memang pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi.

Pantauan media ini dilapangan, pekerjaan tersebut memang disinyalir tidak sesuai RAB, bahan material yang digunakan menggunakan batu campuran dan selain itu teknis pemasangan batu dan cor masih jauh dari RAB yang ada.

Selain disinyalir dikerjakan asal-asalan, pelaksana juga diduga menabrak aturan tentang keterbukaan informasi publik (KIP) dengan tidak memasang papan informasi terkait proyek tersebut, sehingga tidak ada kejelasan dari mana sumber anggarannya, CV mana yang menggerjakan dan anggaran berapa yang dikerjakan.

Baca Juga :  Ratusan Jeren Serek Sukses Goyang Sumenep

“Keterbukaan wajib dilakukan, semua berhak tahu berapa pagu anggaran yang digunakan, karena anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, bukan uang pribadi dari kantong sendiri mengapa harus ditutup-tutupi,” tegas Agus salah satu aktivis Sumenep.

Masih kata Agus, Terkait hancurnya proyek TPT tersebut, dirinya mempertanyakan apakah perencanaan yang kurang atau karena tidak ada pengawasan atau memang rekanan yang nakal,” Masak iya proyek masih se umur jagung sudah hancur seperti itu,” Ketusnya.

Baca Juga :  Produsen Arak di Sidoarjo Digerebek Polisi

Ditempat terpisah, Sukirno Kades Benaresep Timur saat di konfirmasi terkait proyek tersebut memastikan bahwa yang dibangun di desanya tersebut bukan berasal dari dana desa.

“Bukan, itu milik narto,” Jelasnya singkat saat di konfirmasi melalui aplikasi WhatsAapnya. Sabtu (19-02-2022)

Sementara itu Sunarto  mengakui bahwa proyek tersebut milik dirinya, pihaknya mengakui saat ini proyeknya dikerjakan ulang dari nol pasca ambruk

“Iya dikerjakan ulang dari nol,” Terangnya singkat. (Bam/Team)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep
Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib
Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen
Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar
Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB

Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:40 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:34 WIB

Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Berita Terbaru