Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MENYEDIHKAN: Suasana sidang perkara ODGJ Sapudi di ruang sidang Pengadilan Negeri Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

MENYEDIHKAN: Suasana sidang perkara ODGJ Sapudi di ruang sidang Pengadilan Negeri Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ruang sidang Pengadilan Negeri Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi panggung potret buram keadilan, ketika garis antara korban dan terdakwa terasa semakin kabur.

Dalam sidang lanjutan perkara ODGJ Sapudi, Asip Kusuma berdiri seorang diri di hadapan majelis hakim.

Ia membacakan nota pembelaan (pledoi) yang tak sekadar memuat argumen hukum, tetapi juga jeritan batin seorang warga desa yang merasa terseret ke pusaran peristiwa di luar kendalinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan suara tertahan namun sarat emosi, Asip mempertanyakan alasan dirinya harus menjalani proses pidana. Ia menegaskan posisinya sebagai pihak yang bertahan, bukan menyerang.

“Saya hanya berusaha menghentikan amukan. Saya yang dipukul, tapi kenapa justru saya yang ditahan,” ucapnya, menatap lurus majelis hakim, Rabu (14/1/2026).

Asip menolak tegas tuduhan telah memukul Sahwito. Menurutnya, setiap gerak yang ia lakukan murni refleks untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya agar situasi tidak semakin tak terkendali.

“Saya tidak punya niat mencelakai. Kalau tangan saya bergerak, itu untuk menangkis, bukan memukul,” ujarnya.

Baca Juga :  Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi

Dalam pledoi tersebut, Asip juga mengungkap bahwa dirinya mengalami luka di lengan dan betis akibat insiden itu. Namun, luka-luka tersebut baru ia sadari setelah keadaan kembali kondusif. Upaya memperoleh visum di Puskesmas Nonggunong keesokan harinya pun tak membuahkan hasil yang dapat memperkuat posisinya sebagai korban.

Peristiwa yang menyeret Asip ke meja hijau terjadi saat ia menghadiri pesta pernikahan keluarga di Desa Rosong. Acara sakral itu mendadak berubah menjadi kekacauan. Tamu berhamburan, pesta terhenti, dan keluarga penyelenggara menanggung kerugian yang tidak sedikit.

Di hadapan majelis hakim, Asip turut menyinggung dampak sosial dan ekonomi yang kini menghantam keluarganya.

Sejak ditahan, ia tak lagi mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Istri dan anaknya harus bertahan dalam keterbatasan, sementara sang istri tengah berjuang melawan penyakit asam lambung.

“Saya merasa telah menelantarkan istri dan anak, bukan karena saya mau, tapi karena keadaan,” katanya lirih.

Menjelang akhir pledoi, Asip menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Sahwito. Ia mengungkapkan bahwa upaya damai sebenarnya telah ditempuh bersama para terdakwa lain dengan melibatkan tokoh masyarakat, kiai, hingga kepala desa. Namun, jalur musyawarah itu gagal menghentikan proses hukum.

“Jika saya dianggap salah, saya mohon maaf. Tapi jika perbuatan saya dibenarkan hukum, mohon saya dibebaskan agar bisa kembali mengurus keluarga,” tuturnya menutup pembelaan.

Sidang perkara ODGJ Sapudi dijadwalkan berlanjut dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas nota pembelaan para terdakwa.

Agenda ini dinanti untuk menjawab pertanyaan besar publik tentang wajah keadilan dalam perkara yang sarat kompleksitas sosial dan kemanusiaan. (Sand/EM)

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran
Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang
Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng
Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi
Kejari Sumenep Perpanjang Penahanan Kades Pragaan Daya, Dugaan Kasus Korupsi Rp585 Juta Siap Masuk Meja Hijau
Kasus Pemukulan Warga Lenteng Sumenep Naik Sidik, Polisi Kantongi Bukti dan Hasil Visum
Kabur Usai Rudapaksa Cucu Saat Rumah Sepi, Kakek di Sumenep Ditangkap Polisi di Cirebon

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:19 WIB

Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng

Senin, 25 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi

Berita Terbaru