Disinyalir Menipu Nasabahnya, Koperasi Tridaya Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

- Redaksi

Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Andika Meigista CHK. SE., SH., CNSP., CNICP dari AL-FATH LAW FIRM saat mendampingi AS di Polres Sumenep

Foto:Andika Meigista CHK. SE., SH., CNSP., CNICP dari AL-FATH LAW FIRM saat mendampingi AS di Polres Sumenep

SUMENEP, seputarjatim.com–Koperasi Tridaya yang beralamat di Kecamatan Bluto (belakang depot sate 35) dilaporkan nasabahnya berinisial AS warga Desa Lobuk,Kecamatan Bluto atas perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 dan atau 378 KUHP.

Hal ini dibuktikan berdasarkan tanda bukti lapor bernomor LP/B/207/VIII/2022/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jatim. Tertanggal 19 Agustus 2022 yang dikeluarkan oleh Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Melalui kuasa hukumnya, AS awalnya menyimpan uangnya di koperasi tersebut (Tridaya, red) karena berdasarkan orang-orang yang sebelumnya juga menyimpan di koperasi yang sama,keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 20.000 per Rp. 1.000.000 nya, sehingga membuat AS tertarik untuk menyimpan uangnya di koperasi tersebut.

“Karena saat itu pelapor sudah tua, maka dari awal proses pendaftaran hingga penyetoran uang simpanan dilakukan anak AS yang berinisial HW, dikoperasi tersebut AS melakukan penyimpanan uang atas nama anak dan cucunya, hal tersebut dibuktikan dengan buku tabungan atas nama WK dan HN,” Jelas Andika Meigista CHK. SE., SH., CNSP., CNICP selaku kuasa hukum korban. Jumat (19-8-2022).

Lanjut pengacara alam ghaib ini bercerita, terhadap tabungan atas nama WK pelapor mulai menyimpan sejak tanggal 8 desember 2010, sedangkan atas nama HN pelapor mulai menyimpan uangnya per tanggal 23 Oktober 2012.

Baca Juga :  Sektor Pertanian Sumenep Jadi Jalan Menuju Mandiri dan Moderenisasi

“Dalam pengambilan bunga yang mana menurut pengakuan pemilik koperasi Tridaya berinisial HP menggunakan kata jasa, pelapor selalu menyuruh anaknya yang berinisial HW untuk mengambil uang tersebut, namun pelapor tidak menghitung besaran uang yang harus diterima pelapor sesuai dengan perjanjian di awal dan itu dilakukan dari awal sampai tahun 2018,”Paparnya.

Baca Juga :  Puskesmas Bluto Kenalkan Layanan Kesehatan Tradisional dan e-Semanis Saebu
Koperasi Tridaya Sumenep
tanda bukti lapor bernomor LP/B/207/VIII/2022/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jatim. Tertanggal 19 Agustus 2022 yang dikeluarkan oleh Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur

Masih kata pria yang ngetrend dipanggil mr. Black ini mengatakan, Pada tahun 2019 tabungan atas nama WK berjumlah Rp. 160 juta sedangkan atas nama HN berjumlah Rp. 140 juta sehingga pelapor menyuruh HW untuk mengambil uang tersebut di koperasi Tridaya, namun HP selaku pemilik koperasi tersebut mengatakan bahwa uang yang dimaksud masih belum ada dan berjanji akan membayar dengan cara menyicil.

“Sejak bulan Agustus 2019 sampai bulan Juli 2020 HP selaku pemilik koperasi Tridaya hanya sanggup membayar Rp. 98juta dan masih ada sisa uang di koperasi tersebut sebesar Rp. 202juta, sehingga atas dasar itu pelapor melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib,”Pungkasnya.

Terkait kasus ini media ini akan terus melakukan penelusuran dan upaya konfirmasi lebih lanjut terhadap pihak-pihak terkait lainnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut
Sempat Ditahan, Kini Jadi Kadis Kominfo, Ini Perjalanan Karier Indra Wahyudi
5 Hari Tak Keluar Kamar, Warga Pajagalan Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia
Satu PR di APHT Guluk-Guluk Belum Kantongi Izin Cukai, Operasional Kawasan Industri Belum Optimal
Limbah MBG Disorot, DLH Sumenep Turun Tangan, 13 SPPG Siap-Siap Ditutup!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Senin, 2 Maret 2026 - 00:27 WIB

BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:25 WIB

Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:06 WIB

BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:25 WIB

Sempat Ditahan, Kini Jadi Kadis Kominfo, Ini Perjalanan Karier Indra Wahyudi

Berita Terbaru