Infrastruktur Jadi PR Besar, Fraksi PAN DPRD Sumenep Minta Pemkab Tak Tinggal Diam

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MENJABARKAN: Anggota DPRD Sumenep Fraksi PAN, Hairul Anwar, saat menyampaikan laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026 dalam Rapat Paripurna (Doc. Seputar Jatim)

MENJABARKAN: Anggota DPRD Sumenep Fraksi PAN, Hairul Anwar, saat menyampaikan laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026 dalam Rapat Paripurna (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar dalam Rapat Paripurna DPRD melalui penyampaian laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026.

Juru Bicara Fraksi PAN, Hairul Anwar, menyampaikan bahwa reses yang berlangsung pada 9–16 Maret 2026 menjadi momentum strategis bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan masing-masing.

Menurutnya, persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Reses ini menjadi cermin nyata kondisi di lapangan. Mayoritas masyarakat masih mengeluhkan infrastruktur dasar yang belum memadai, terutama jalan rusak yang belum tertangani optimal. Padahal, infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga,” ujarnya, dalam forum paripurna Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  Suara Rakyat Jadi Pijakan, DPRD Sumenep Kawal Hasil Reses II

Ia menegaskan, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan serta distribusi hasil ekonomi masyarakat.

“Ketika jalan rusak, biaya distribusi meningkat, waktu tempuh lebih lama, bahkan risiko kecelakaan juga meningkat. Ini sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan petani,” tambahnya.

Hairul juga menyoroti kondisi di Desa Pragaan Laok, di mana masyarakat harus memperbaiki jalan secara swadaya akibat belum adanya intervensi pemerintah.

“Kami menemukan fakta masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya sendiri. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan riil dan program pembangunan. Pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Selain jalan, Fraksi PAN juga menyoroti sistem drainase yang dinilai belum tertata dengan baik. Kondisi ini menyebabkan genangan air saat hujan, seperti yang terjadi di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.

“Masalah drainase tidak bisa dianggap sepele. Genangan air bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga mempercepat kerusakan jalan. Jika tidak ditangani terpadu, anggaran perbaikan akan terus tergerus tanpa hasil maksimal,” jelasnya.

Ia mendorong adanya perencanaan terintegrasi antara pembangunan jalan dan drainase agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi juga menjadi sorotan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Gapura, Batang-Batang, hingga Dungkek.

“Banyak titik jalan gelap karena PJU mati. Ini sangat berbahaya, terutama pada malam hari, serta menimbulkan rasa tidak aman,” ungkapnya.

Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan dan perbaikan PJU secara menyeluruh.

Di kawasan pesisir, Fraksi PAN turut menyoroti kerusakan tangkis laut yang berpotensi memicu abrasi, khususnya di Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang.

“Sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki kerentanan tinggi terhadap abrasi. Kerusakan tangkis laut yang dibiarkan akan berdampak luas terhadap lingkungan dan keselamatan warga,” tandasnya.

Hairul menegaskan, perlindungan wilayah pesisir harus menjadi prioritas pemerintah daerah dengan langkah mitigasi yang berkelanjutan.

Fraksi PAN berharap seluruh hasil reses tidak berhenti sebagai catatan administratif, melainkan ditindaklanjuti dalam kebijakan pembangunan yang nyata.

“Kami menekankan agar aspirasi masyarakat ini menjadi dasar penentuan skala prioritas pembangunan. Kebijakan harus tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan warga,” tegasnya.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Sumenep Luncurkan Teknologi RFA, Tangani Tumor Tanpa Operasi

Menutup penyampaiannya, Hairul memastikan Fraksi PAN akan terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga terealisasi.

“Kami berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar pembangunan infrastruktur di Sumenep lebih merata, berkualitas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPMD Sumenep Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Pembinaan LPPD Profesional
Pengawasan MBG Dinilai Lemah, DPRD Sumenep Desak Satgas Gerak Cepat
DPRD Sumenep Kebut 31 Raperda Prioritas 2026, Fokus Dongkrak PAD dan Perkuat Pembangunan
Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun
Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan
Pansus DPRD Sumenep Fokus Raperda Aset, Dorong Pemanfaatan Lebih Maksimal
Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
Pansus II DPRD Sumenep Matangkan Raperda Penyertaan Modal BPRS Bhakti Sumekar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:43 WIB

DPMD Sumenep Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Pembinaan LPPD Profesional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:26 WIB

Pengawasan MBG Dinilai Lemah, DPRD Sumenep Desak Satgas Gerak Cepat

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:41 WIB

DPRD Sumenep Kebut 31 Raperda Prioritas 2026, Fokus Dongkrak PAD dan Perkuat Pembangunan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:38 WIB

Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:31 WIB

Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan

Berita Terbaru