Joget Sound Horeg di Lingkungan Pesantren Besar, Tokoh Ulama Madura Desak Camat Pragaan Mundur dari Jabatannya

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekretaris Badan Silaturrohim Ulama Madura, sekaligus Tokoh Masyarakat Pragaan, Sufyan Habsyi (Doc. Seputar Jatim)

Kepala Sekretaris Badan Silaturrohim Ulama Madura, sekaligus Tokoh Masyarakat Pragaan, Sufyan Habsyi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Karnaval Agustusan yang disertai Joget Sound Horeg di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih penuh kecaman keras dari berbagai pihak.

Pasalnya penampilan Joget Sound Horeg yang diduga dilakukan oleh utusan Puskesmas Pragaan tersebut menyalahi norma agama dan mencederai nilai budaya yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat Sumenep, khususnya bagi warga Pragaan yang dekat dengan lingkungan pesantren besar.

Atas kejadian itu, membuat sejumlah pihak geram, salah satunya datang dari Kepala Sekretaris Badan Silaturrohim Ulama Pesantren Madura, Sufyan Habsyi.

Ia pun mengaku kaget saat dikirimi salah satu video karnaval yang memperlihat sejumlah perempuan yang dengan sengaja berjoget Sound Horeg dengan pakai yang serba ketat.

“Terus terang saya sebagai pribadi, kalaupun saya bukan sosok Kiyai atau Ulama Besar yang memimpin sebuah lembaga pendidikan tinggi ataupun menengah atau rendah, saya sebagai kaum muslimin sangat menyesalkan terhadap aksi kemarin yang katanya dalam rangkaian memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, aksi tersebut miris sekali terutama yang berkaitan dengan joget-jogetan dan sebangsanya yang mencerimikan contoh tidak baik di lingkungan yang banyak pondok pesantren besar.

“Saya saat meliht video itu. Ya Allah, betapa bejatnya moral generasi kita ini sekarang, pertanyaan saya apakah mereka ini sosok generasi, apa sudah kalangan ibu-ibu? Apakah mereka itu dalam masa pendidikan atau dari sebuah departemen yang seyogyanya menjadi barometer di dalam berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Menu MBG di Pragaan Diduga Basi dan Tak Layak Konsumsi, Guru Unggah Protes di Media Sosial

Ternyata aksi yang sangat vulgar kemarin itu, kata dia, karnaval utusan dari Puskesmas Pragaan. Pada dasarnya Kecamatan Pragaan ini pintu masuk yang menjadi spion dan menjadi ciri khas ketika seseorang berkunjung ke Kabupaten Sumenep, yang mana dikenal dengan adat keraton yang begitu halus serta mengedepankan tata krama.

Peserta karnaval Agustusan utusan Puskesmas Pragaan, tengah asyik joget sound horeg di jalan raya (SC: Video Viral)

“Naudzubillahi min dzalik, semoga ini menjadi yang terakhir pada event-event berikutnya tidak terjadi kembali,” ujarnya, Tokoh Masyarakat Pragaan itu.

Lanjut ia menjelaskan, aksi kemarin itu sangat memalukan sekali, seharusnya mereka bangga karena di Kecamatan Pragaan, berdiri pondok pesantren besar yang cukup diperhitungkan bukan hanya di tingkat Nasional tetapi juga Internasional.

“Ada Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ada Pondok Pesantren Al-Muqri, yang pengasuhnya berada pada jajaran Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep, ada pondok pesantren al-ihsan yang pengasuhnya juga orang atau tokoh yang sangat diperhitungkan,” jelasnya.

Semestinya, kata dia, mereka berpikir untuk mengadakan sesuatu yang kontra produktif dengan background dan latar belakang Kecamatan Pragaan.

Baca Juga :  Bangga, 3 Siswa Dan 1 Guru SMKN 1 Sumenep Terima Penghargaan Gubernur Jatim

“Tindakan kemarin itu sangat sangat memalukan, jadi saya berharap terutama kepada Bapak Camat atau seluruh yang bertanggung jawab terhadap event tersebut diberikan tindakan tegas, sanksi moral atau bahkan sanksi terhadap jabatannya masing-masing kalau memang itu dikeluarkan dan utusan dari sebuah departemen,” tandasnya.

“Terus terang saya sangat kecewa, saya sangat malu dengan karnaval kemarin itu. Sekarang viral dan sudah sudah mencoreng nama baik Pragaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar luas di media sosial WhatsApp sebuah video memperlihatkan sejumlah perempuan yang diduga peserta karnaval dari Puskesmas Pragaan.

Sejumlah oknum pegawai puskesmas tersebut terlihat memakai busana yang lumayan ketat dan tampak asyik berjoget Sound Horeg.

Ada pula yang mempertontonkan goyangan pinggul dengan erotis sehingga menimbulkan komentar negatif di tengah masyarakat yang saat ini melawan penyakit campak.

Bahkan, penampilan itu sangat disayangkan yang seharusnya puskesmas gencar mensosialisakan kepada masyarakat untuk melakukan program imunisasi.

Sebab, saat ini pemerintah melakukan gerakan serentak vaksinasi yang dilaksanakan di seluruh Puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Hingga berita ini diterbitkan, masih belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Dan media ini juga berupaya terus melakukan konfirmasi agar mendapatkan berita yang berimbang. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!
Geram, Anggota Poktan Surya Tani Adukan Dugaan Raib Handtraktor ke DKPP Sumenep

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

Berita Terbaru