Kades Jate Beberkan Fakta soal Tudingan Dugaan Penyelewengan Bansos di Desanya

- Redaksi

Jumat, 20 Januari 2023 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Lismawati, Kepala Desa Jate, Kecamatan Gili Genting

Foto:Lismawati, Kepala Desa Jate, Kecamatan Gili Genting

SUMENEP, seputarjatim.com -Kepala Desa (Kades) Jate, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Lismawati membeberkan fakta yang sebenarnya soal tudingan dugaan penyelewengan bantuan sosial (Bansos) yang ada di desanya yang sampai dikabarkan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Kades Jate Lismawati mengungkapkan jika undangan penerima bansos yang diterima di Desa Jate itu sebanyak 385 bukan berjumlah 409 seperti yang disampaikan oleh pihak PT. Pos.

“380 undangan ditambah 5 undangan susulan,” ungkap Lismawati. Jumat (20-1-2023).

Menurutnya, undangan Bansos dari PT.Pos dititipkan ke perahu bersama 4 lainnya termasuk Desa Jate. Setelah dari perahu diambil oleh Kepala Desa Banbaru kecamatan setempat.

Kemudian kata kades perempuan ini, oleh kades Banbaru diberikan kepada salah satu kepala dusun Desa Jate. “Lalu baru diberikan kepada saya. Kemudian saya memberikan kepada para penerima bansos di Desa Jate sesuai yang tertera di undangan,” terang Kades Jate.

Baca Juga :  MEC 2025 di Sumenep Resmi Dilaunching, KJS Usung Tema 'Topeng'

Kemudian bergulirnya waktu ada masyarakatnya yang mempertanyakan katanya dirinya terdaftar di cekbansos namun mengaku tidak menerima undangan.

“Saya menjelaskan apa adanya terkait undangan Bansos yang diterima oleh Desa Jate. Namun saat saya menindaklanjuti meminta daftar penerima ke Pos malah tidak diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep Miskun Legiyono menyayangkan sikap PT POS yang tidak mau memberikan daftar penerima bansos di Desa Jate kendati diminta langsung oleh kepala desanya.

Baca Juga :  Puluhan Masyarakat Sumenep Dapat Bantuan Becak Listrik dari Prabowo Subianto

“Ada apa dengan pihak PT Pos kok tidak mau memberikan daftar penerima bansos kepada kepala desa yang memintanya,” tanyanya.

Di samping itu Ketua AKD Sumenep Miskun Legiyono berharap kepada kepala desa di kabupaten ujung timur pulau Madura agar jangan bermain-main dengan bansos hak masyarakat penerima manfaat.

“Saya berpesan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Sumenep jangan sampai bermain-main dengan bansos masyarakat, sampaikan kepada yang berhak menerima, karena itu amanah yang harus tersalurkan,” harapnya.

Seputarjatim.com bersama tim akan terus menelusuri dan mengungkap fakta-fakta tudingan dugaan penyelewengan penerima bansos yang di sematkan terhadap Kepala Desa Jate. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serang Profesi Wartawan, IWO Resmi Laporkan Akun TikTok Juan Kurniawan ke Polres Sumenep
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru