Kasek SMAN 1 Sumenep Luruskan Isu Sandera Siswa

- Redaksi

Jumat, 26 Mei 2023 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Sulaiman, Kepala SMAN 1 Sumenep. (SJ photo)

Achmad Sulaiman, Kepala SMAN 1 Sumenep. (SJ photo)

SUMENEP, Seputarjatim.com- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep membantah tudingan adanya aksi sandera siswa akibat belum membayar BPMPP (uang bantuan pendidikan siswa) yang diberitakan terjadi pada Kamis, 25/5/2023 kemarin.

Achmad Sulaiman, Kepala SMAN 1 Sumenep menuturkan, kejadian itu (sandera siswa) tidak benar dan tidak pernah ada. Saat kejadian, beberapa siswa yang akan pulang dilarang keluar sekolah karena belum tiba waktunya.

“Kemarin itu sedang ada pemberangkatan haji. Nah para siswa ini mau keluar sekolah untuk pulang. Ya kami larang pasti, karena jam sekolah belum selesai,” terang Sulaiman, 26/5/2023.

SMAN 1 Sumenep, sekolah favorit di Kabupaten Sumenep. (SJ photo)

Terkait dengan perintah satpam sekolah untuk menunjukkan kartu kendali asesmen, itu tidak benar.

“Yang ditanya itu kartu dispen untuk pulang. Itu kartu ijin untuk keluar. Satpam itu kan bagian dari unsur pendidik sekolah. Jadi mereka mengingatkan agar para siswa soal itu,” imbuhnya.

Terkait dengan besaran uang bantuan pendidikan ini, menurut Sulaiman pihak sekolah juga tidak mematok besaran khusus.

“Gak ada itu uang sumbangan harus segini harus segitu. Kami bebaskan komite SMAN 1 Sumenep menentukan dengan nilai yang tidak memberatkan. Mereka sendiri yang menentukan, mereka juga yang berkomitmen membayar,” kata Sulaiman.

Baca Juga :  PKKMB STKIP PGRI Sumenep 2024 Disambut dengan Perguruan Tinggi Terbaik ke-3 dalam Kategori Kualitas Pelaporan Terbaik

Di akhir, Sulaiman menjelaskan jika saat ini SMAN 1 Sumenep menjadi salah satu sekolah terfavorit di jenjang pendidikan menengah se Kabupaten Sumenep. Walau demikian, SMA ini sangat terbuka bagi semua lapisan masyarakat tidak memandang status ekonomi.

“Ada orang tua minta keringanan ke sekolah, ya kita beri keringanan. Walaupun, biaya yang harusnya mereka bayar ini kan keputusan mereka sendiri. Tapi karena bisa jadi saat ini ekonomi kurang bagus, mereka minta keringanan,” pungkas Achmad Sulaiman. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan
SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Gandeng Lembaga Amerika, Siap Luncurkan Kelas Internasional 2026
Poltera Sampang Gelar Raker 2026, Siapkan Lulusan Unggul dan Siap Bersaing di Dunia Industri
Langkah Kecil Berprestasi, Pocil SD Muhammadiyah GKB Gresik Raih Juara 1 Kapolres Cup
Debut Gemilang, Siswa SD Muhammadiyah GKB Gresik Raih Dua Juara di IISRO 2025
290 Lulusan Resmi Diwisuda, UNIBA Madura Mantapkan Diri sebagai Kampus yang Paling Progresif
UNIBA Madura Mantapkan Diri sebagai Kampus Pelopor Transformasi Digital Lewat Studium Generale Visioner
IWO dan UPI Sumenep Resmi Teken MoU: Perkuat Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik Kampus

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:39 WIB

Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:32 WIB

SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Gandeng Lembaga Amerika, Siap Luncurkan Kelas Internasional 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:23 WIB

Poltera Sampang Gelar Raker 2026, Siapkan Lulusan Unggul dan Siap Bersaing di Dunia Industri

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:43 WIB

Langkah Kecil Berprestasi, Pocil SD Muhammadiyah GKB Gresik Raih Juara 1 Kapolres Cup

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:02 WIB

Debut Gemilang, Siswa SD Muhammadiyah GKB Gresik Raih Dua Juara di IISRO 2025

Berita Terbaru

MAKANAN: MBG yang diberikan SPPG Saronggi diduga busuk (Foto Istimewa)

Peristiwa

SPPG Saronggi Tuai Protes, Ayam MBG Diduga Busuk

Kamis, 12 Feb 2026 - 13:52 WIB