Kasus Bayi Tewas di Sumenep, Sang Ibu Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Bengkulu Selatan

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAK: Kolaborasi Satreskrim Sumenep dengan Polres Bengkulu Selatan saat berhasil menangkap ST Kholila Oktavia (Doc. Seputar Jatim) 

KOMPAK: Kolaborasi Satreskrim Sumenep dengan Polres Bengkulu Selatan saat berhasil menangkap ST Kholila Oktavia (Doc. Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Kasus tragis kematian bayi perempuan berusia 11 bulan bernama Syifa di Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menemui babak baru.

Sang ibu kandung bernama ST. Kholila Oktovia, yang sebelumnya berstatus buron, akhirnya berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Bengkulu Selatan pada Rabu (10/9) kemarin.

Kholila diketahui melarikan diri pasca penemuan jasad putrinya di dalam lemari kamar kos di Kecamatan Arjasa. Dan kini dia pun tidak lagi bisa menghindar dari jerat hukum.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, membenarkan kabar penangkapan tersebut. Meski demikian, Kholila hingga kini masih berada di Bengkulu, menunggu proses penjemputan oleh penyidik dari Polres Sumenep.

“Iya benar, atas kerja sama Polres Sumenep dengan Polres Bengkulu, ibu kandung dari Syifa telah ditangkap. Saat ini tim penyidik sudah berangkat untuk menjemput ke Bengkulu,” ujarnya,, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga :  Pendaftaran MEC 2025 di Sumenep Resmi Ditutup, KJS Siapkan Hadiah Puluhan Juta

Yang lebih mengejutkan, Kholila tidak sendirian saat diamankan. Ia ditangkap bersama seorang pria yang identitasnya masih belum terungkap.

Widi sapaan akrabnya menduga pria tersebut adalah warga lokal Bengkulu, namun perannya dalam pelarian maupun dalam kasus kematian bayi Syifa masih dalam penyelidikan.

“Penangkapan juga bersama seorang laki-laki yang masih ditelusuri identitasnya. Diduga ia merupakan warga lokal Bengkulu,” tambahnya.

Kehadiran sosok pria misterius ini menambah daftar tanda tanya dalam kasus yang sudah menimbulkan kegemparan publik sejak awal.

Lantas ia sekadar rekan pelarian atau memiliki keterlibatan lebih jauh dalam tragedi yang merenggut nyawa bayi tak berdosa ini, akan diuji dalam proses penyidikan mendalam.

“Kami akan sampaikan hasil penyelidikan setelah yang bersangkutan tiba di Sumenep,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, gegar penemuan jasad bayi di dalam lemari kamar kos di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Kondisi bayi saat ditemukan sangat memprihatinkan, tubuhnya sudah membusuk. Atas kejadian itu pihak kepolisian gerak cepat untuk menyelidiki kasus tersebut. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep
Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib
Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen
Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar
Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB

Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:40 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:34 WIB

Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Berita Terbaru