Kurniadi: Tiga Polsuspas Pamekasan Intimidasi Klien Saya

- Redaksi

Rabu, 18 Januari 2023 - 21:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

(Foto Istimewa)

(Foto Istimewa)

PAMEKASAN, seputarjatim.com- Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu bank plat merah Sumenep terus bergulir. Fakta demi fakta pun mulai terungkap. Kurniadi, penasehat hukum terlapor berinisial S-H, meminta hak jawab ke sejumlah media di Pamekasan terkait berita yang menyangkut kliennya itu.

“Rekan media di Pamekasan kan belum tahu perjalanan kasus ini secara utuh. Bahkan mayoritas berita yang dimuat tak dilengkapi statemen klien saya. Artinya klien saya ini dihajar habis-habisan. Untuk itu saya membuka ruang diskusi dan meminta hak jawab,” kata Kurniadi pada wartawan di Rumah Makan Balai Redjo, Kota Pamekasan, Rabu siang, (17/01/2023).

Tindak pelecehan yang dituduhkan pelapor menurut Kurniadi juga terkesan dibuat-buat dan dipaksakan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari berpikir logis saja. Saling bercanda hanya urusan tepuk lengan dan bokong lantas klien saya dipandang sebagai sosok predator. Adil tidak? Ini pun terjadi di ruangan terbuka, yang mana terlapor juga sadar adanya kamera CCTV. Pasca kejadian juga tidak ada keberatan dari pelapor. Kenapa mendadak 9 hari setelahnya baru laporan?” Kata Kurniadi heran.

Baca Juga :  699 Juta Uang Negara Dikembalikan

Kurniadi memandang ada upaya pemanfaatan bergulirnya kasus ini. Karena sebelum kasus ini dilaporkan, ada upaya intimidasi yang dilakukan oleh pacar korban berinisial H yang juga bekerja sebagai Polsuspas di Lapas Klas II A Pamekasan.

“Ada tiga Polsuspas ngajak klien saya bertemu. Yakni pacar pelapor, dan dua sipir lain bernama Hendriyanto dan Hasan. Saat itu, ketiga sipir ini juga ditemani seorang oknum wartawan. Nah, saat bertemu itu, klien saya dipaksa menandatangani pernyataan. Surat pernyataan inilah yang dijadikan alat intimidasi kubu pelapor,” urai Kurniadi.

Kurniadi juga tegaskan saat itu oknum wartawan yang mendampingi para sipir tersebut sempat meminta uang belasan juta rupiah, dengan kompensasi tidak akan menulis berita yang dituduhkan.

“Si wartawan itu minta uang 15 juta ke klien saya. Mau diberikan ke 15 media katanya untuk nutup kasus. Klien saya menolak. Ada buktinya, saya punya rekaman suara sang wartawan,” imbuh mantan Wasekjend PB HMI ini.

Baca Juga :  Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Secara khusus Kurniadi sampaikan apresiasi pada wartawan yang membuka ruang diskusi pada kliennya.

“Coba anda bayangkan. Berita yang bertebaran dimana-mana itu ditulis tanpa ada statemen klien kami. Tuduhan ini itu disangkakan tanpa konfirmasi. Gak adil kan?” Katanya.

Lebih jauh pengacara berjuluk raja hantu ini juga terangkan hukuman yang diterima kliennya akibat kasus ini.

“Hanya karena menyentuh lengan dan bokong saat bercanda di kantor, lalu anda dituduh sebagai pelaku pelecehan. Sekarang klien saya dihukum demosi 2 tahun tanpa job, tanpa kenaikan jenjang karir dan tanpa menerima bonus. Ini sungguhan apa bercanda?” Kata Kurniadi heran.

Saat ini menurut Kurniadi, pihaknya akan menelusuri motif utama pelaporan. Sedang kita susun langkah selanjutnya.
“Jika dikonfrontir kami juga siap. Malah lebih adil jika pelapor dan terlapor bertemu, termasuk dengan ibu pelapor. Disana akan terlihat siapa sebenarnya yang mengada-ada,” pungkas Kurniadi. (di/red)

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru