Panitia Kerapan Sapi di Sapudi Sumenep Dinilai Tak Becus hingga Picu Keributan

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 05:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERKUMPUL: Event lomba kerapan sapi tingkat kawedanan di Pulau Sapudi Sumenep ricuh (Doc. Seputar Jatim)

BERKUMPUL: Event lomba kerapan sapi tingkat kawedanan di Pulau Sapudi Sumenep ricuh (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Event lomba kerapan sapi tingkat kawedanan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan publik.

Pasalnya, panitia diduga tidak menyediakan kamera di garis finis, padahal alat tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam perlombaan resmi kerapan sapi.

Kepala Desa Nonggunong, Norman, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengaku kecewa dengan kelalaian panitia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun menilai absennya kamera membuat proses penentuan pemenang tidak bisa dilakukan secara objektif.

“Kerapan sapi ini bukan hanya tontonan biasa, tapi sudah jadi warisan budaya Madura yang bernilai tinggi. Kalau panitia tidak menyediakan kamera di garis finis, lalu bagaimana bisa memastikan siapa yang menang? Tentu ini rawan menimbulkan keributan antar peserta,” tegasnya, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep Minta Masyarakat Lapor Bila Ada Karnaval Agustusan yang Tak Patuh Aturan

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa setiap pelaksanaan kerapan sapi, apalagi yang berskala besar seperti tingkat kawedanan, seharusnya memenuhi standar perlombaan.

Bukan hanya sekadar menggelar acara untuk formalitas, tapi juga menjaga marwah tradisi yang telah diwariskan leluhur.

“Kamera itu ibarat saksi netral. Kalau ada protes atau klaim, rekaman kamera bisa jadi bukti. Tanpa itu, keputusan juri rentan dianggap tidak adil. Ini bisa merusak citra kerapan sapi yang selama ini kita banggakan,” bebernya.

Ia juga berharap panitia bisa belajar dari pengalaman ini. Menurutnya, kerapan sapi memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar, karena mampu menarik ribuan penonton sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.

Maka dari itu, Norman, mendorong penyelenggara agar lebih serius dan profesional.

“Kerapan sapi adalah identitas masyarakat Madura, khususnya di Sapudi. Kalau tidak dikelola dengan baik, jangan salahkan masyarakat kalau kemudian kepercayaan mereka menurun. Saya harap ke depan, panitia lebih terbuka, lebih siap, dan tidak main-main dengan aturan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan absennya kamera di garis finis tersebut. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura
Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru