Penangkapan Pemuda Pengancam Bupati Sumenep Disoal

- Redaksi

Kamis, 10 Oktober 2019 - 13:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Surat permohonan maaf yang dibuat A-S kepada Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim. (istimewa)

Surat permohonan maaf yang dibuat A-S kepada Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim. (istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com– Penangkapan pemuda pengancan Bupati Sumenep, Abuya Busyro karim, yang dilakukan Polres Sumenep, Jawa Timur, terus mendapat sorotan. Azam Khan, praktisi hukum asal Sumenep mempertanyakan tahapan penangkapan dan penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib.

“Karena kasus ini menyangkut Undang-undang ITE, maka polisi wajib melakukan pemanggilan pertama dan kedua terlebih dahulu kepada terlapor dalam kapasitasnya sebagai saksi. Bila dalam pemeriksaan itu penyidik sudah memiliki bukti dan keterangan penguat, barulah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi tidak boleh sekali panggil dan langsung ditahan. Itu melanggar Peraturan Kapolri (Perkap),” terang Azam Khan saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 10/10/2019.

Azam juga menegaskan, kepatutan dalam pemeriksaan kasus pelanggaran Undang-undang ITE harus menjalankan prosedur tersebut. Bila tidak, menurut Azam, penyidik hingga Kapolres Sumenep dapat di praperadilan-kan. “Polisi harus bisa menunjukkan dua bukti surat pemanggilan kepada pemuda ini. sebab kalau tidak, berarti penangkapan pemuda pengancam Bupati Sumenep ini tidak SOP,” imbuhnya.

Sementara itu, Kamis pagi, 10/10/2019, Polres Sumenep menggelar konferensi pers kasus pelanggaran ITE ini. AKP Tego S Marwoto, Kasat Reskrim Polres Sumenep menjelaskan bila pelapor kasus tersebut adalah Bupati Sumenep secara langsung.

“Isi laporannya itu mendapat ancaman dengan sadis terhadap kepala daerah. Dan Bupati merasa tidak terima karena dirinya terancam dan melapor ke kita. Dan tanggal 8 Oktober kita bisa tangkap. Tersangka kita jerat dengan Pasal 45 ayat 4 juncto Pasal 27 ayat 4 Undang-Undang Nomer 19 tahun 2016 tentang ITE, ancamannya 6 tahun penjara,” terang Tego kepada wartawan.

Saat ditanyai wartawan, A-S, pelaku pengancam Bupati Sumenep yang ikut dihadirkan dalam konferensi pers mengaku menyesal dengan tindakannya itu. A-S juga menjelaskan alasannya mengancam Bupati Sumenep, karena didasari rasa marah melihat kisruh di masyarakat terkait Pilkades.

Baca Juga :  Istighosah Nisfu Sya'ban, Khofifah: Semoga Pandemi Corona Cepat Berakhir

“Ketika mengomentari berita tersebut posisi dalam keadaan emosi sehingga dalam kondisi emosi tidak terkontrol. Saya merasa kasihan kepada masyarakat yang menyikapi Perbup dan sampai bentrok. Ini murni pribadi saya. Saya sangat sangat menyesal, dan saya sudah berusaha sowan kepada beliau tetapi sulit untuk ketemu,” katanya kepada wartawan.

Penangkapan A-S dalam kasus pelanggaran Undang-undang ITE ini juga mendapat sorotan Abdul Hamid Ali Munir, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep. Politisi senior PKB ini meminta agar semua pihak dapat lebih bijak lagi dalam beraktifitas di media sosial.

“Terutama adek-adek kita ya, hati-hati bila berkomentar di facebook, instagram atau media sosial lainnya,” terang Hamid. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru