Program ‘Smart Kampung’ Banyuwangi Dipuji Khofifah

- Redaksi

Kamis, 5 September 2019 - 23:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Gubernur Khofifah memberikan pengarahan Kepala Desa  penerima bantuan dana keuangan Desa tahap ke dua di Gedung Negara Grahadi, Kamis, 05/09/2019. (twitter pemprov jatim)

Gubernur Khofifah memberikan pengarahan Kepala Desa penerima bantuan dana keuangan Desa tahap ke dua di Gedung Negara Grahadi, Kamis, 05/09/2019. (twitter pemprov jatim)

SURABAYA, seputarjatim.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memuji langkah Kabupaten Banyuwangi yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga ke pelosok desa melalui program “Smart Kampung”.

Sejak diresmikan Menteri Komunikasi dan Informatika Mei 2016 lalu, sebanyak 189 Desa di Kabupaten Banyuwangi telah terkoneksi sepenuhnya dengan jaringan internet berbasis serat optik atau fiber optik.

“Saya berharap inovasi yang dilakukan Banyuwangi ini dapat ditiru dan diadaptasi oleh seluruh Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur. Harus makin dikurangi pelayanan publik menggunakan cara-cara manual dan sering kurang efektif-efisien,” kata Gubernur Khofifah, saat memberikan pengarahan kepada Kepala Desa penerima bantuan keuangan desa tahun anggaran 2019 tahap ke dua di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 05/09/2019.

Menurut Khofifah, penggunaan TIK tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di level Desa, namun juga mendongkrak pengetahuan masyarakat setempat dan juga menggerakkan perekonomian lokal. Celah informasi yang terbuka lebar, menjadikan masyarakat Desa berlomba-lomba menciptakan inovasi dan juga produk.

Baca Juga :  PT ESM Pamekasan Kirim 20 Juta Rokok ke Filipina, Babak Baru Kebangkitan Industri Tembakau Madura

Khofifah menuturkan, sentuhan digital di level Desa ini sukses mengubah wajah Desa yang “ndeso” dan tertinggal, menjadi maju dan modern. Terlebih lokasi desa-desa tersebut cukup jauh dari kota dan masuk kategori terpencil. (joe/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Magnet Studi Banding Pemprov NTB
Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Dorong Warga Sumenep Lebih Cerdas Kelola Keuangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB