Reaktivasi Jalur Kereta Api Segera Dibahas Dalam Forum Rektor Madura

- Redaksi

Sabtu, 29 Juli 2023 - 21:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Stasiun kereta api Madura tempo dulu. Saat ini, jalur kereta yang membentang dari Sumenep ke Bangkalan akan direaktivasi. (foto istimewa)

Stasiun kereta api Madura tempo dulu. Saat ini, jalur kereta yang membentang dari Sumenep ke Bangkalan akan direaktivasi. (foto istimewa)

Sumenep, seputarjatim.com- Rencana reaktivasi jalur kereta api yang diusulkanBupati Sumenep Achmad Fauzi menjadi perhatian kalangan akademisi di Pulau Madura. Di tengah pro kontra, sejumlah rektor perguruan tinggi menilai pembukaan infrastruktur baru transportasi sangat dibutuhkan masyarakat. Karena disatu sisi, akses jalan nasional di Pulau tidak bertambah signifikan dan selalu mengalami overload setiap tahunnya.

“Saya mendukung reaktivasi jalur kereta api. Karena keberadaannya dibutuhkan. Jalan sekarang sangat overload. Apalagi ini juga masuk dalam rencana strategis nasional Jokowi,” terang Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Safi’, Sabtu (29/7/2023).

Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Safi’. (istimewa)

Safi’ menambahkan, proyek reaktivasi jalur kereta api di Pulau Madura diakuinya rentan memunculkan masalah sosial. Karenanya, pemerintah harus benar-benar mengkaji secara menyeluruh dampak yang ditimbulkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak harus membangun rute lama kereta api. Karena di beberapa titik, jalur kereta lama tersebut telah ditinggali warga dan bahkan menjadi jalan raya. Pemerintah harus mencari lokasi pengganti jalur kereta yang lain,” imbuh Safi’.

Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura Prof. Rachmad Hidayat. (istimewa)

Komentar dukungan lain disampaikan Rektor Universitas Bahaudin Mudhari (UNIBA) Madura Prof Rachmad Hidayat. Menurutnya, reaktivasi jalur kereta api adalah ide brilian namun harus dilaksanakan sangat hati-hati.

“Mengenai jalur kereta api lintas Madura yang akan direaktivasi lagi, menurut saya ide itu bagus. Hanya perlu diketahui, itu kan bukan kewenangan pemerintah daerah. Dan ini ide brilian. Cuma untuk mereaktivasi itu, memang sangat sulit dan butuh effort yang luar biasa,” terang Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Sabtu (29/7/2023).

Baca Juga :  KH Masjkur Tokoh Jawa Timur Ke-22 Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Rachmad menambahkan, proses reaktivasi kereta butuh melakukan studi ilmiah lanjutan. Karena menurutnya kondisi bekas rel kereta api yang ada saat ini banyak rusak.

“Jalur PJKA lama yang ada dari Sumenep ke Bangkalan kondisinya sudah banyak rusak. Jadi memang biaya reaktivasi ini sama dengan membuat jalur kereta api baru,” tambah Rachmad.

Akademisi Universitas Wiraraja Sumenep Dr. Muhammad Hidayaturrahman. (istimewa)

Sementara itu akademisi Universitas Wiraraja Sumenep Dr.Hidayaturrahman memiliki pandangan berbeda terkait reaktiviasi rel kereta api Madura. Menurutnya, jika yang menjadi kendala adalah kemacetan dan tingkat overload jalan, solusinya adalah melebarkan jalan-jalan yang padat.

“Telaah saya ada tiga titik di Madura yang jadi pusat kemacetan. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk mengurainya, tidak harus dengan membangun jalur kereta api. Bisa dengan membuat jalan alternatif, di titik kemacetan itu. Lebih hemat anggaran negara. Karena untuk mereaktivasi jalur kereta, negara harus mengeluarkan uang sekitar 10 triliun,” kata Hidayaturrahman.

Dosen Ilmu Komunikasi Unija ini juga meminta pemerintah dapat menjelaskan paparannya terkait rencana reaktivasi kereta Madura.

“Jalurnya sudah banyak dihuni warga. Biar tidak menimbulkan kegaduhan. Saya juga siap untuk berdiskusi langsung dengan pemerintah daerag,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disinyalir Tabrak Aturan, Penyaluran Dana Kapitasi Disorot

Sebelumnya, rencana reaktivasi jalur kereta api Madura diwacanakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi sebagai solusi penyediaan infrastruktur dan sarana transportasi massal di Pulau Madura. Jumlah penduduk Madura yang terus pasat, dan jumlah sarana jalan yang terbatas, menjadi dasar ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu untuk mengusulkan pembangunan ulang jalur lama kereta api Madura.

“Menteri Perhubungan alhamdulillah mendukung rencana saya. Selanjutnya tinggal menyamakan persepsi dan pandangan ke jajaran Kepala Daerah lain di Madura. Karena sudah saatnya kita punya moda transportasi massal di Madura. Karena di Pulau Jawa, hanya Madura yang belum punya kereta api. Impian saya, dari Jakarta hingga ke Sumenep Madura bisa tersambung rel kereta api,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Rencananya, reaktivasi jalur kereta api ini akan dibahas khusus dalam forum rektor se-Madura. Para pakar bersama akademisi perguruan tinggi se Pulau Madura akan mencari solusi dan memberi masukan dalam proyek yang masuk dalam kategori strategis nasional itu.

“Nanti akan kami bahas di forum rektor Madura. Tempatnya kalau bukan di UTM, mungkin di IDIA Al-Amin,” kata Rektor UTM, Dr. Safi’. (Bs/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru
Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik
Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas
Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 
Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa
Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu
SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Rabu, 16 September 2026 - 16:38 WIB

Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa

Berita Terbaru