Seleksi PPPK Sumenep Tahap II 2024 Resmi Ditunda

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENDUNG: Pengendara roda dua saat melintas di depan Kantor BKPSDM Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

MENDUNG: Pengendara roda dua saat melintas di depan Kantor BKPSDM Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Seleksi Kompetisi PPPK tahap II Formasi 2024 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi ditunda.

Diketahui, pengumuman penundaan tersebut berdasarkan surat resmi pada tanggal 27 April 2025, yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten  Sumenep, Edy Rasiyadi, sebagai Ketua Panitia Seleksi ASN Kabupaten Sumenep.

Seleksi awalnya dijadwalkan mulai 29 April 2025 di titik lokasi mandiri BKN Madura. Sebanyak 5.647 peserta terdaftar mengikuti seleksi tahap ini.

Keputusan penyesuaian jadwal tersebut merupakan tindak lanjut surat Deputi Sistem Informasi dan Digitalisasi ASN BKN tertanggal 25 April 2025 kemarin.

Baca Juga :  Operasi Penertiban Lalu Lintas, Polres Sumenep Pastikan Tak akan Sita Kendaraan yang Mati Pajak

Dalam pengumuman itu, disebutkan bahwa informasi jadwal terbaru akan diumumkan melalui portal SSCASN dan situs BKPSDM Sumenep.

Peserta diwajibkan rutin memantau laman resmi SSCASN dan https://bkpsdm.sumenepkab.go.id/ agar tidak ketinggalan informasi penting terkait jadwal baru.

Panitia menekankan, kelalaian peserta dalam memperhatikan pengumuman tidak menjadi tanggung jawab instansi penyelenggara.

Plt. Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Firmanto, membenarkan, adanya penyesuaian jadwal seleksi PPPK tersebut dan meminta peserta tetap tenang.

“Ini hanya penyesuaian teknis dari pusat. Peserta harap tidak panik, cukup ikuti pengumuman resmi dan siapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya. Selasa (29/4/2025).

Kesiapan peserta, lanjut dia, jauh lebih penting dibandingkan kekhawatiran soal jadwal baru yang belum ditentukan.

“Kami sarankan peserta manfaatkan waktu tambahan ini untuk belajar lebih intensif. Seleksi tetap berjalan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Baca Juga :  BEMSU Nilai Sistem Administrasi PLN Sumenep Kacau

Kemudian, kata dia, BKPSDM akan menyampaikan informasi terbaru sesegera mungkin begitu menerima jadwal final dari BKN.

Lanjut ia menegaskan, formasi PPPK tahap II tahun 2024 ini mencakup berbagai jabatan fungsional teknis, termasuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

“Dengan jumlah peserta ribuan, pelaksanaan seleksi ini menjadi salah satu yang terbesar di Kabupaten Sumenep dalam dua tahun terakhir,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru