Siapkan Aplikasi PETA-NI, DKPP Sumenep Optimis Proses Monitoring dan Evaluasi Bisa Dilakukan Secara Cepat

- Redaksi

Kamis, 24 Oktober 2024 - 23:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SOSIALISASI: Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, saat menjelaskan penggunaan Aplikasi PETA-NI

SOSIALISASI: Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, saat menjelaskan penggunaan Aplikasi PETA-NI

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, siapkan aplikasi PETA-NI untuk proses monitoring dan evaluasi agar bisa dilakukan secara cepat dan real-time.

Aplikasi tersebut sangat bermanfaat dalam memetakan infrastruktur pertanian yang sudah ada ataupun baru dibangun, sehingga diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi pemerintah dan petani untuk memetakan serta mengelola infrastruktur pertanian secara digital.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, aplikasi ini merupakan bentuk komitmen OPD dalam mendukung modernisasi sektor pertanian di Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aplikasi PETA-NI diarahkan dapat mendukung perencanaan pertanian yang lebih efektif serta pemanfaatan sumber daya pertanian secara optimal,” ujarnya. Kamis (24/10/2024).

Baca Juga :  Belum Bisa Beroprasi, Pembangunan KIHT di Guluk-Guluk Masih Capai 40 Persen

Selain itu, kata inung sapaan akrabnya, aplikasi itu juga sebagai bentuk komitmen untuk mendukung modernisasi pertanian.

Dengan begitu, pihaknya berharap aplikasi ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi infrastruktur pertanian sehingga pembangunan bisa lebih tepat sasaran.

“Dengan aplikasi PETA-NI akan memberikan kemudahan bagi petani dalam melaporkan permasalahan infrastruktur, seperti irigasi rusak atau akses jalan yang buruk,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DKPP Sumenep, Erfan Evendi, sangat mengapresiasi pada inovasi tersebut. Ia pun mengaku bahwa langkah itu merupakan awal menuju pertanian berbasis teknologi.

“Kami ingin membawa pertanian Sumenep ke era modern dengan dukungan teknologi seperti PETA-NI, sehingga ke depan, pertanian bisa lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga :  Babak Belur, Warga Pinggir Papas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Pihaknya berkomitmen, dalam jangka panjang, DKPP Sumenep mengupayakan aplikasi ini dapat terus dikembangkan dengan menambahkan fitur-fitur baru.

“Seperti pemetaan lahan berdasarkan jenis komoditas, pemetaan pendukung sarana dan peternakan, prediksi cuaca pertanian, serta sistem monitoring hasil panen, sehingga pertanian Sumenep semakin siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya (DKPP) juga mensosialisasikan aplikasi PETA-NI kepada seluruh tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan karyawan DKPP. Sehingga semua bisa mengerti dan bisa memanfaatkan aplikasi itu untuk mengoptimalkan sektor pertanian. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru