Ternak Kambing Picu Kegaduhan, BUMDes Meddelan Disinyalir Salah Kelola DD

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMBERI PAKAN: Usaha ternak kambing yang bersumber dari Dana Desa atau DD (Doc. Seputar Jatim)

MEMBERI PAKAN: Usaha ternak kambing yang bersumber dari Dana Desa atau DD (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah pusat dan daerah terus menggaungkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat berbasis desa.

Namun cita-cita itu justru tercoreng di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun media ini mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan BUMDes Meddelan. Aroma busuk pengelolaan keuangan desa tercium kuat hingga ke telinga insan pers.

BUMDes yang seharusnya menjadi motor pengelolaan usaha dan aset desa, justru disinyalir keluar dari rel yang semestinya.

Bau menyengat itu menguat setelah muncul dugaan keterlibatan BUMDes Meddelan dalam pengelolaan dana yang bersumber dari 20 persen Dana Desa (DD). Dana tersebut disebut-sebut dialokasikan untuk usaha ternak kambing.

“Ya, Bos, dugaannya BUMDes yang ngelola ternak kambing,” ungkap seorang sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga :  Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Penelusuran media ini semakin membuka tabir setelah Ketua BUMDes Meddelan, Asmuni, memberikan keterangan.

Dalam pengakuannya, pengelolaan ternak kambing itu jauh dari kata profesional. Alih-alih dikelola dengan manajemen usaha yang jelas, kegiatan tersebut disebut berjalan ala kadarnya.

“Kami ini seperti buruh. Setiap hari bingung cari pakan ternak, harus cari rumput sendiri ke kebun dan sawah,” akunya.

Pengakuan tersebut justru memantik tanda tanya besar. Pasalnya, jika usaha ternak kambing itu benar bersumber dari DD, seharusnya terdapat alokasi anggaran yang jelas, tidak hanya untuk pengadaan kambing, tetapi juga untuk pakan, perawatan, dan operasional usaha.

Fakta di lapangan yang bertolak belakang dengan prinsip tata kelola BUMDes ini menimbulkan dugaan kuat adanya kejanggalan dalam perencanaan dan penggunaan anggaran DD.

Atas hal itu, publik pun menanti langkah tegas dari pemerintah desa dan aparat pengawas untuk mengusut dugaan penyimpangan tersebut hingga terang benderang. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke 3, KanalNews.id Gelar JJS Bersama Bupati Sumenep di Wisata Sombher Rajeh
Jelang HPN 2026, SMSI Sumenep Ajak Masyarakat JJS dan Cek Kesehatan Gratis di Taman Adipura
Darurat Sampah di Talango, Pelabuhan Berubah Jadi Penampungan Limbah Domestik
Pergantian Wakapolres Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto Diminta Cepat Beradaptasi
Kambing BUMDes Tiba-tiba Bertambah Usai Gaduh, Kades Diduga Akali Proyek Pengadaan
Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata
Pasokan Elpiji 3 Kg Mulai Membaik di Arjasa Sumenep, Pendistribusian Kembali Normal
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:43 WIB

Jelang HPN 2026, SMSI Sumenep Ajak Masyarakat JJS dan Cek Kesehatan Gratis di Taman Adipura

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:28 WIB

Darurat Sampah di Talango, Pelabuhan Berubah Jadi Penampungan Limbah Domestik

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:06 WIB

Pergantian Wakapolres Sumenep, Kompol Haris Darma Sucipto Diminta Cepat Beradaptasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:11 WIB

Kambing BUMDes Tiba-tiba Bertambah Usai Gaduh, Kades Diduga Akali Proyek Pengadaan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:37 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata

Berita Terbaru