Pekerja Rokok di Kadur Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan hingga Alami Luka Serius

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAK SADAR: Korban kekerasan di Desa Kadur,  menjalani perawatan intensif di rumah sakit (Doc. Seputar Jatim)

TAK SADAR: Korban kekerasan di Desa Kadur, menjalani perawatan intensif di rumah sakit (Doc. Seputar Jatim)

PAMEKASAN, Seputar Jatim – Terjadi kasus dugaan pemukulan terhadap pekerja rokok di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Diketahui, pelaku berinisial MR (41) sedangkan korban berinisial DN (17), seorang siswa di salah satu sekolah swasta di kecamatan tersebut.

Insiden pemukulan ini terjadi di dalam rumah tersangka, yang lokasinya tidak jauh dari tempat industri rokok lokal yang mempekerjakan warga sekitar, termasuk pelaku dan korban.

Korban DN, meskipun masih berstatus pelajar, turut bekerja paruh waktu di industri tersebut untuk membantu perekonomian keluargnya.

Saat ditemui, paman korban, Moh Ali menjelaskan, bahwa motif penganiyaan diduga karena pelaku merasa tidak senang terhadap korban yang dianggap tidak bekerja dengan semestinya saat jam kerja berlangsung.

Baca Juga :  Dugaan Pencatutan Nama dalam Surat Kuasa dan Konflik Pelanggan dengan PLN Sumenep Masih Jadi Misteri

Dengan hal itu, memancing emosi pelaku, kemudian melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

“Waktu itu memang tidak bekerja karena ada jadwal masuk sekolah,” ucapnya.

Namun demikian, ada faktor lain yang memperparah situasi ini, diduga kuat pelaku menyimpan dendam pribadi terhadap korban sejak lama.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan teman kerajanya bahwa hubungan antara keduanya memang tidak harmonis sebelum insiden terjadi.

“Dia sudah dari lama punya rasa tidak suka kepada ponakan saya,” imbuhnya

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Lanjuta ia menjelaskan, bahwa hasil pemeriksaan medis ternyata korban mengalami gegar otak dan hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang ada di Pamekasan.

Saat ini, kata dia, ponakannya masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini berusaha menghubungi pihak pelaku, namun belum bisa tersambung. (MD/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perampas Kalung Emas Rp70 Juta di Guluk-Guluk Dibekuk Polisi
Gegara Main Petasan, Warga Lenteng Sumenep Dipukuli Hingga Wajah Terluka
Serang Profesi Wartawan, IWO Resmi Laporkan Akun TikTok Juan Kurniawan ke Polres Sumenep
Polres Sumenep Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, 8 Orang Jadi Tersangka
Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 18:45 WIB

Perampas Kalung Emas Rp70 Juta di Guluk-Guluk Dibekuk Polisi

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:56 WIB

Gegara Main Petasan, Warga Lenteng Sumenep Dipukuli Hingga Wajah Terluka

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:32 WIB

Serang Profesi Wartawan, IWO Resmi Laporkan Akun TikTok Juan Kurniawan ke Polres Sumenep

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:49 WIB

Polres Sumenep Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, 8 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB