Kasus Affan Kurniawan Jadi Alarm Reformasi Polri, Cipayung Plus Sumenep Geruduk Mapolres

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 14:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MEMANAS : Massa Cipayung Plus Sumenep saat melakukan aksi demontrasi di Mapolres setempat (SandiGT - Seputar Jatim)

MEMANAS : Massa Cipayung Plus Sumenep saat melakukan aksi demontrasi di Mapolres setempat (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ratusan massa dari Cipayung Plus Sumenep, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Aksi tersebut dipicu oleh insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, yang diduga mengalami pelanggaran hak asasi manusia saat berhadapan dengan aparat kepolisian, sehingga kasus tersebut menjadi sorotan tajam.

Aliansi mahasiswa lintas organisasi itu menilai peristiwa Affan Kurniawan, bukan sekadar persoalan individu, melainkan gambaran rapuhnya sistem penegakan hukum di tubuh kepolisian yang seharusnya berdiri di atas prinsip perlindungan dan pelayanan masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya tragedi untuk Affan dan keluarganya, tapi juga peringatan keras bahwa Polri harus berbenah. Oknum yang bersalah wajib diadili secara transparan agar masyarakat melihat keadilan benar-benar ditegakkan,” tegas Koordinator Lapangan Aksi (Korlap) Faishol, Senin (1/9/2025).

Baca Juga :  Kapolri Intruksikan Tembak Bila Massa Aksi Berani Masuk Markas dan Asrama

Faishol mengingatkan, nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 harus menjadi landasan setiap tindakan aparat.

“Mulai dari hak untuk hidup, hak untuk bebas dari penyiksaan, hingga hak menyampaikan pendapat. Semua itu tidak bisa ditawar, karena menyangkut martabat kemanusiaan,” tambahnya dengan lantang.

Dalam tuntutannya, Cipayung Plus Sumenep mendesak:
1. Oknum pelaku dan atasan terkait di tubuh Polri diadili secara transparan.
2. Jaminan perlindungan dan pemulihan bagi keluarga korban.
3. Hentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivis dan rakyat sipil.
4. Komitmen nyata reformasi institusi Polri agar lebih humanis dan akuntabel.

Aksi tersebut juga menjadi cermin kekecewaan generasi muda terhadap praktik aparat yang dianggap menyimpang dari visi reformasi Polri pascareformasi 1998.

Maka tanpa keberanian membuka kasus ini secara terang, Polres Sumenep berisiko kehilangan legitimasi di mata rakyat.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, yang hadir menemui demonstran menyatakan, pihaknya mendengar dan akan menindaklanjuti aspirasi.

“Kami berkomitmen atas tuntutan yang disampaikan. Polres Sumenep akan selalu membuka ruang aspirasi terhadap siapapun, termasuk kelompok kecil seperti driver ojek online,” bebernya.

Baca Juga :  Sumenep Batik Festival 2025 Hadirkan Model dan Desainer Nasional

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi berakhir tertib. Namun, gelombang kritik Cipayung Plus Sumenep ini menandai bahwa kasus Affan tidak akan berhenti di meja Mapolres semata.

Bagi para aktivis, insiden tersebut menjadi simbol bahwa agenda reformasi Polri harus kembali dihidupkan, bukan hanya jargon, tetapi praksis yang nyata di lapangan. (Sand/EM)

*

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB