Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 10:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERSEMANGAT: Dispusip Sumenep saat menjalankan program Perpustakaan Ramah Anak Nasional di SDN Pangarangan 3 (SandiGT - Seputar Jatim)

BERSEMANGAT: Dispusip Sumenep saat menjalankan program Perpustakaan Ramah Anak Nasional di SDN Pangarangan 3 (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep (Dispusip) terus mengakselerasi penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui program strategis di lingkungan sekolah.

Langkah konkret itu diwujudkan lewat kegiatan pendampingan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional yang digelar di SDN Pangarangan 3, Kecamatan Kota Sumenep.

Program ini menjadi bagian dari transformasi pembelajaran, di mana perpustakaan tidak lagi sekadar pelengkap fasilitas, melainkan didorong menjadi pusat aktivitas literasi yang aktif, inklusif, dan menyenangkan bagi siswa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa perubahan wajah perpustakaan sekolah menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, pendekatan konvensional yang monoton justru membuat siswa semakin menjauh dari buku.

“Perpustakaan harus mampu bersaing dengan dunia digital. Caranya dengan menghadirkan ruang yang nyaman, menarik, dan sesuai dengan karakter anak. Di situlah minat baca bisa tumbuh secara alami,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga :  Camat Saronggi Ungkap MBG Basi dari SPPG Talang, Kepala Sekolah SDN Juluk II Sulit Dikonfirmasi

Ia menjelaskan, Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional memiliki standar yang mencakup aspek fisik, layanan, hingga pendekatan edukatif yang berpihak pada anak.

Melalui pendampingan ini, Dispusip memastikan setiap sekolah mampu mengimplementasikan standar tersebut secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami ingin perpustakaan benar-benar hidup. Tidak hanya tertata rapi, tapi juga aktif digunakan, menjadi tempat diskusi, eksplorasi, dan belajar yang menyenangkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Syaiful menilai peningkatan minat baca tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara dinas, sekolah, dan tenaga pendidik menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Budaya baca tidak lahir begitu saja. Harus dibangun, dirawat, dan didukung bersama. Perpustakaan adalah titik awalnya,” tambahnya.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah. Keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah mencerminkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas dan berorientasi pada penguatan literasi siswa.

Baca Juga :  Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Wabup Sumenep Perkuat Peran BPR Syariah

Melalui langkah ini, Dispusip Sumenep tak hanya membenahi fasilitas pendidikan, tetapi juga menanamkan fondasi penting bagi masa depan generasi muda. Perpustakaan diharapkan menjadi episentrum lahirnya anak-anak yang gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki wawasan luas. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Berita Terbaru

BERBATIK: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:13 WIB