Miris! Tukang Judi, Gadaikan Istri untuk usaha Tambak

- Redaksi

Senin, 17 Juni 2019 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Miris! Tukang Judi, Gadaikan Istri untuk usaha Tambak

Miris! Tukang Judi, Gadaikan Istri untuk usaha Tambak

Seputar Jatim, Lumajang, Senin 17 Juni 2019-Tak hanya bertindak bejat membacok orang sampai tewas. Hori, warga Jenggrong Kecamatan Ranuyoso ini ternyata juga menggadaikan istri. Alih-alih untuk usaha tambak dan ternak ayam, tetapi juga digunakan untuk berjudi sabung ayam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pernikahan Hori dan Lasmi di Medan mengalami kesulitan secara ekonomi. Akhirnya, Hori berhutang pada seseorang yang bekerja di Malaysia, Hartono. Dia hutang Rp 120 juta untuk tambak udang.

Dia berdalih usahanya bangkrut. Tambak udang di Banyuwangi tekor dan gulung tikar. Sempat beberapa kali panen, tapi akhirnya gulung tikar. Pun juga ternak ayamnya habis terserang flu burung.

Saat berhutang itulah, ternyata yang dijadikan jaminan istrinya. Selayaknya digadaikan. Lasmi pun akhirnya ikut Hartono. Hori ke Banyuwangi. Singkat cerita, Hori yang dikenal sering berjudi ini ingin mengambil istrinya yang setahun lebih hidup bersama Hartono di Desa Sombo.

Dia berniat membunuh hartono agar bisa mengambil istrinya. Dan hutangnya lunas. “Pembunuhan itu salah sasaran. Motifnya adalah hutang piutang dengan jaminan istri pelaku,” ujar Hasran Cobra Kasatreskrim Polres Lumajang.

Ternyata yang dibabat adalah Muhammad Hola. Saat Hola mencari sepatu anaknya, Hori tiba-tiba langsung membacok. Korban luka serius bagian punggung dan langsung meninggal. Saat dilakukan pemeriksaan di Polres Lumajang, Hori mengakui semua perbuatannya. Dia tidak tahu jika salah sasaran. Dia hanya ingin merebut kembali istrinya yang selama ini hidup bersama Hartono. Kasus penggadaian istri inipun sampai viral.

Baca Juga :  Pesta Sabu di Desa Talang Saronggi, 3 Orang Diciduk Satresnarkoba Polres Sumenep

“Kasus ini tak hanya sebatas kriminal. “Ini persoalan sosial seperti moral dan etika,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, Senin (17/6/2019).

Tentu kondisi ini membuat kelurga korban tak terima.

“Tiba-tiba dia Hori tanpa bertanya langsung membacok Hola. Setelah membacok, saya tanya apa alasannya. Setelah dia melihat wajah Hola, Hori bilang salah orang. Kami ingin tersangka dihukum mati,” kata Holi yang merupakan kerabat korban. (dsb/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar
Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep
Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya
Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?
Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas
Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:51 WIB

Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:44 WIB

Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WIB

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:27 WIB

Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 20:27 WIB