Catatan Hari Pers Nasional 2023

Didik Setia Budi, Jurnalis NET TV, Sekretaris IJTI Korda Madura Raya

- Redaksi

Kamis, 9 Februari 2023 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seputarjatim.com- Tulisan resmi pertama saya dimuat di Koran Harian Bangsa. Tanggalnya lupa, yang pasti bulan Agustus 2006. Berita yg saya tulis tentang seminar di Universitas Airlangga. Sejak itu, saya menyandang predikat sebagai wartawan. Digaji per bulan 300 ribu rupiah. Pada bulan keempat bekerja, salary yang saya terima naik sebesar 1 juta 200 ribu rupiah.

Surat kabar yang memuat berita saya, ada di warung-warung. Saking senangnya, saya juga ikut membeli koran Harian Bangsa terbitan hari itu, untuk dibawa ke kos. Diterima di Koran Grup Jawa Pos, saat itu, bukan perkara mudah. Terlebih dengan status saya yang belum lulus S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Namun dengan bekal nekat, keinginan kuat, saya dipandang cakap. Ini cuma feeling saya ya. Sepertinya demikian, dipandang cakap.

Ada Momen yang selalu saya ingat dalam sebuah rapat redaksi. Cak Ali, redaktur saya saat itu bilang: wartawan itu harus selalu nulis dan membaca. Menulis apa saja, membaca apa saja. Dua kegiatan ini harus melekat dalam diri seorang wartawan. Otaknya akan terasah, kemampuannya akan bertambah. Saya ingat, mata cak Ali menatap saya, saat memberi petuah ini. Saya sangat ingat.

Baca Juga :  Pasca Pelantikan, Kakanwil Kemenag Jatim Kunjungi  Para Kyai Sepuh NU

Waktu berlalu, 17 tahun terlewati. Dan saya masih wartawan. Dari Harian Bangsa, pindah ke Koran Rek Ayo Rek yang juga grup Jawa Pos, lalu pindah haluan ke televisi. Madura Channel, TVRI, dan sejak 2014 hingga saat ini NET TV.

Alhamdulillah, dengan terus berprinsip rajin menulis, saya awet di media. Sampai hari ini. Idealisme ini saya jaga. Sekuatnya.

Sebagian kalangan mungkin memandang dunia jurnalis manis. Bagi saya tidak. Profesi ini sebuah panggilan jiwa. Tidak bisa kaya, cukup iya. Kecuali, si wartawan memanfaatkan profesinya untuk kepentingan ini dan itu. Tapi tentu saja, oknum yang memanfaatkan profesi ini untuk kepentingan pribadinya tak kan bertahan lama. Saya menjamin itu.

Baca Juga :  Said Abdullah Pastikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara Sah Secara Hukum

Memang tidak kaya, tapi jurnalis pemegang idealisme akan terus disegani. Kepalanya tegak didepan siapapun. Dia bebas bergaul di lapisan apapun. Dia bebas bersuara apapun. Dia tak canggung bertemu siapa pun. Coba bayangkan, andai seorang jurnalis pernah satu kali saja bermain proyek, dan disatu sisi menahbiskan diri sebagai jurnalis idealis, lucu pasti.

Di Hari Pers Nasional tahun 2023 ini, sungguh menjadi refleksi bagi setiap insan pers tanah air. Semangat membangun daerah dan bangsa harus dilakukan bersama. Membangun dengan cara yang benar, menjaga independensi. Tidak ikut arus, tidak menghamba, tetap konsisten menulis.

Cuma ya itu, konsekwensi bagi Jurnalis Independen memang berat. Mereka harus hidup dan bertahan hidup sendiri. Jika kuat, tegaklah dia berjalan. Jika tidak, ya begitulah, cukup jadi jurnalis yang kebanyakan. Selamat Hari Pers Nasional 2023. Mari potong tumpeng di masing-masing rumah kita. Salam menulis..! (red)

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW
BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025
Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih
SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:06 WIB

Percepat Akses Listrik di Kepulauan, Pemkab Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:48 WIB

BGN Kembali Suspend Puluhan SPPG di Sumenep, Tak Punya SLHS dan IPAL

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:06 WIB

Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2025

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Berita Terbaru