Bawa 815 Gram Sabu, Kakek Asal Sampang Dibekuk di Juanda

- Redaksi

Kamis, 27 Juni 2019 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka Mulyono, berikut barang bukti 815 gram sabu-sabu, diamankan petugas gabungan Bea Cukai dan Polisi Militer TNI AL Lanudal Juanda, Kamis (27/06/2019)

Tersangka Mulyono, berikut barang bukti 815 gram sabu-sabu, diamankan petugas gabungan Bea Cukai dan Polisi Militer TNI AL Lanudal Juanda, Kamis (27/06/2019)

Sidoarjo, seputarjatim.com- Mulyono, pria asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ditangkap petugas gabungan Bea Cukai dan Polisi Militer TNI Angkatan Laut Lanudal Juanda, Kamis (27/06/2019). Kakek asal Madura ini ditangkap lantaran menyimpan narkoba jenis sabu didalam tas pakaian miliknya.

Dari hasil penggeledahan petugas amankan sebanyak 815 gram sabu-sabu. Tersangka mengaku telah menyelundupkan barang haram ini sebanyak tiga kali. Sabu tersebut didapat dari seseorang di Malaysia, dan rencananya akan diedarkan  di Pulau Madura. Imbalan yang diterima tersangka sebesar 20 Juta rupiah untuk sekali kirim.

Baca Juga :  PJ DBD Puskesmas Dasuk Hemat Bicara Terkait Pasien DBD yang Meninggal Dunia Diduga Faktor Kelalaian Oknum Perawat

Budi Harjanto, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, menjelaskan penangkapan ini bermula saat petugas pemeriksa barang curiga dengan gerak gerik tersangka. Sebab saat travel bag miliknya akan akan dibuka dan diperiksa, tersangka terlihat gugup. “Tersangka tampak gelisah saat akan kami periksa barang bawaannya. Langsung kita buka saja semua isi tasnya,” terangnya.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka berikut barang bukti sabu 815 gram langsung diserahkan ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. (Fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran
Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang
Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng
Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi
Kejari Sumenep Perpanjang Penahanan Kades Pragaan Daya, Dugaan Kasus Korupsi Rp585 Juta Siap Masuk Meja Hijau
Kasus Pemukulan Warga Lenteng Sumenep Naik Sidik, Polisi Kantongi Bukti dan Hasil Visum
Kabur Usai Rudapaksa Cucu Saat Rumah Sepi, Kakek di Sumenep Ditangkap Polisi di Cirebon

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:19 WIB

Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng

Senin, 25 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan di Lenteng Belum Tuntas, Jurnalis Pertanyakan Kinerja Polisi

Berita Terbaru

BERBATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan komitmen lembaganya dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses legislasi daerah (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:43 WIB