Di Periode Kedua Pimpin Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo Tolak Mobdin Baru Karena yang Lama Masih Layak Pakai

- Redaksi

Kamis, 17 April 2025 - 07:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat berjalan di samping mobil dinasnya (Doc. Seputar Jatim)

GAGAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat berjalan di samping mobil dinasnya (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, menolak pembelian mobil dinas (mobdin) baru pada periode kedua dikarenakan yang lama masih bisa dipakai.

Bukan tanpa alasan, pihaknya menolak pengadaan mobil dinas itu karena memiliki alas dasar yang kuat, selain karena kondisi mobil dinasnya masih sangat layak dipakai dalam perjalanan tugasnya.

“Kebijakan ini saya lakukan, karena mobil dinas yang ada saat ini masih bagus dan layak untuk digunakan, sehingga tidak perlu membeli mobil dinas baru,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo, kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Sumenep Lakukan MoU dengan PKPOT dan Kerajaan Kedah Malaysia

Menurutnya anggaran mobil dinas di lingkungan Pemkab Sumenep yang ada saat ini diprioritaskan pada program-program yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada alasan untuk membeli yang baru, lebih baik anggarannya dialihkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

“Misalnya, digunakan untuk program yang mendorong ketahanan pangan,” bebernya.

Sementara itu, saat dikofirmasi Kabag Umum Setkab Sumenep Suharjono menegaskan, bahwa pengadaan mobdin Bupati Sumenep terakhir dilakukan pada 2021 lalu.

Menurutnya, bupati hanya punya dua mobdin, diantaranya mobil Ionic warna hitam dengan nopol M 1541 VP dan Hyundai dengan nopol M 1 VP.

“Tidak ada lagi pengadaan mobdin untuk bupati. Masyarakat perlu memahami itu agar tidak terjadi kesalahan komunikasi,” jelasnya.

Bahkan, kata di, bupati dua periode ini lebih memilih menggunakan mobdin lama.

“Anggarannya diminta untuk dialihkan ke program yang lebih bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arsip OPD di Sumenep Diduga Kacau, Siapa Bertanggung Jawab?
PCNU Desak THM Ditutup Total, Satpol PP Sumenep Justru Sibuk Kaji Izin Mr. Ball!
Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM
Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 00:17 WIB

Arsip OPD di Sumenep Diduga Kacau, Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 7 November 2026 - 07:35 WIB

PCNU Desak THM Ditutup Total, Satpol PP Sumenep Justru Sibuk Kaji Izin Mr. Ball!

Kamis, 5 November 2026 - 10:31 WIB

Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB