Kurniadi: Lucu, Tentara Bantah Terlibat Dugaan Pelecehan Seksual Anggota Bhayangkari Pamekasan

- Redaksi

Selasa, 10 Januari 2023 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurniadi, SH (Foto Istimewa)

Kurniadi, SH (Foto Istimewa)

PAMEKASAN, seputarjatim.com- Viral berita dugaan seorang anggota oknum polisi jual istrinya ke beberapa rekannya yang sebelumnya sudah dilaporkan di Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu, tampaknya akan menelan banyak korban lainnya.

Pasalnya, kasus dugaan persetubuhan Threesome yang melibatkan sejumlah oknum polisi dan oknum anggota TNI tersebut konstruksi dan konfigurasinya kini telah berubah dan diubah sedemikian luar biasa. Korban pemerkosaan inisial “MH” atau istri oknum si-Polisi ganti Pengacara dan selanjutnya mencabut laporan polisinya.

Selain itu, disisi lain, salah seorang anggota TNI yang juga diduga ikut terlibat dalam dugaan pemerkosaan bergilir tersebut juga pakai pengacara dan selanjutnya mengatakan kliennya tidak terlibat dan bahkan mengecam wartawan yang memberitakan kasus tersebut tidak sehat dan merusak.

Baca Juga :  Bawa Narkoba, Turun Kapal Langsung Dibekuk

Dibawah fenomena yang demikian, Kurniadi mengatakan sebagai situasi yang berbahaya dan harus diwaspadai. Pasalnya, opini publik berpotensi akan bergeser dari semula mengawasi penanganan skandal kasus tersebut, beralih ke berita bagaimana buruknya kinerja wartawan, terutama sejumlah media yang menayangkan kasus tersebut.

Sosok yang populer dijuluki Raja Hantu ini mengatakan bahwa bantahan terduga dalam sebuah tindak pidana bukanlah bukti yang menentukan karena kata Kurniadi, berdasarkan KUHAP, keterangan tersangka hanya berlaku untuk dirinya sendiri.

“Jadi, bila tersangka mengaku tidak melakukan, tidak berarti fakta yang dituduhkan tidak dilakukan ya,” terang Kurniadi kepada wartawan melalui sambungan telponnya Selasa, (10/01/2023).

Lebihlanjut dikatakan Kurniadi, kasus ini tidak boleh dikendorkan pengawasannya oleh publik hanya karena bantahan Terduga Pelaku. Perkembangan penanganan kasusnya harus tetap diramaikan pemberitaannya karena melibatkan sejumlah oknum aparatur negara yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Baca Juga :  Safari Warung Kopi, Cara Polsek Kadur Sosialisasikan Kamtibmas

Bahkan, Kurniadi mengatakan kalau benar laporan polisi tersebut dicabut karena pertimbangan anak sebagaimana diberitakan media, Kurniadi mengatakan pencabutan tersebut tidak beralasan dan sangat mencurigakan.

Menurut Kurniadi, pencabutan tersebut terasa ada campur tangan yang tak terlihat dari sejumlah kekuatan. Ada intimidasi dan ancaman kekerasan.

“Siapa yang berani menentang oknum Tentara dan Polisi? Yang satu jago dengan aneka kekerasan, sedang yang satunya paling jago merekayasa kasus,” tukas Kurniadi.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, wartawan belum bisa meminta keterangan kepada Polda Jatim terkait adanya informasi pencabutan laporan polisi tersebut. (Ady/Red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep
Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib
Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen
Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar
Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB

Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:40 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:34 WIB

Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB