oleh

‘Marlena dan Kacong’ Objek Lomba Fotografi Peringati Harhubnas

SUMENEP, seputarjatim.com Puluhan komunitas fotografi ikut serta memeriahkan lomba fotografi yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Bandara Trunojoyo. Even ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari perhubungan nasional tahun 2019. Berbeda dari biasanya, hunting foto dilakukan di areal Bandara Trunojoyo, Sumenep.

Indra Triyantono, Kepala Bandara Trunojoyo Sumenep mengatakan, lomba fotografi ini menjadi even ketiga yang digelar dalam peringatan hari perhubungan nasional.

 “Jadi lomba fotografi ini adalah acara ke-3, dimana acara sebelumnya lomba basket yang digelar tanggal 14 September, donor darah yang dilaksanakan pada tanggal 20 September kemarin. Dan acara puncaknya akan dilakukan besok hari minggu tanggal 22 September sekaligus pemberian hadiahnya,” terang Indra Triyantono kepada wartawan, Sabtu, 21/09/2019.

Lomba fotografi digelar untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 di Sumenep, Jawa Timur. (Farin/ SJ foto)

Dalam lomba fotografi ini, peserta bergantian memotret pemeran sosok perempuan Madura “Marlena” dan seorang anak kecil berjuluk “Kacong”. Menurut Indra, pemilihan objek foto ini didasarkan pada sejarah peradaban masyarakat Kabupaten Sumenep.

“Jadi ceritanya Marlena ini seorang ibu rumah tangga, sedang melepas anaknya bernama Kacong untuk belajar menjadi pilot,” imbuhnya.

Lomba fotografi ini diikuti 50 peserta yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) dan KOPI Sumenep. Hadiah pemenang lomba berupa uang pembinaan mencapai Rp 10 juta.

Karya foto terbaik akan dipasang di Bandara Trunojoyo Sumenep. (Farin/ SJ foto)

“Karya foto terbaik peserta nanti akan kita pasang di areal Bandara. Biar karyanya dapat dilihat oleh pengunjung yang datang dari berbagai daerah,” pungkas Indra Triyantono.

Totok, salah seorang peserta mengaku senang dapat berpartisipasi di ajang ini. Menurutnya lomba fotografi seringkali diadakan, namun jarang dilakukan di areal bandara manapun.

“Tema yang mengangkat etnik lokal salah satu cara untuk mempromosikan Bandra Trunojoyo agar bisa lebih dikenal ke dunia luar. Lomba ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreatifitas fotografi,” urainya. (far/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *