Produsen Arak di Sidoarjo Digerebek Polisi

- Redaksi

Selasa, 10 September 2019 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi tunjukkan barang bukti arak. (Fahmi/ SJ foto)

Polisi tunjukkan barang bukti arak. (Fahmi/ SJ foto)

SIDOARJO, seputarjatim.com Sebuah rumah pembuatan minuman keras (miras) jenis arak di kawasan Desa Sumorame RT 04 RW 02, Kecamatan Candi, Sidoarjo di grebek anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo. Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan dua tersangka. Mereka adalah Novi Setiawan (36) dan Puji Medianto (28), warga Desa Tegal Agung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, penggerebekan itu bermula dari laporan masyarakat bahwa di lokasi tersebut terdapat pembuatan miras jenis arak. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan pengecekan.

“Setelah kami tindak lanjuti ternyata benar bahwa di lokasi tersebut ada pembuatan miras,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, saat gelar ungkap kasus di Mapolresta Sidoarjo, Selasa, 10/09/2019.

Baca Juga :  Terungkap, Mobil Plat Merah Yang Sempat Terlibat Kecelakaan Milik Bagian Umum Setdakab Sumenep

Selain mengamankan dua orang tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 180 kardus berisi arak siap edar, 20 drum bahan baku, 20 karung berisi gula, 2 karung berisi ragi dan alat pembuatan arak. “Barang bukti dan dua tersangka langsung kami bawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Kepada petugas, tersangka mengaku bahwa komposisi pembuatan arak tersebut ialah, Gula, Ragi dan Air. Ketiga bahan tersebut dicampur dalam drum dan didiamkan selama 2 minggu dalam keadaan tertutup sehingga bahan-bahan bermentasi.

Baca Juga :  Tepat di Moment HGN 2022, Orang Tua Siswa di Sumenep Lapor Polisi, Ini Penyebabnya

Setelah itu, canpuran bahan baku itu dimasak menggunakan tengku selama 4 jam atau sampai menguap. “Nah, uap itu di salurkan dengan selang kedalam bak air dingin, sehingga uap tersebut menjadi arak kotor kemudian di filter dan dikemas ke dalam botol plastik,” terangnya.

Kedua tersangka tersebut juga mengaku menjalankan bisnis itu sudah sejak Februari 2019. Keuntungan yang didapat mencapai Rp 50 juta perbulan. “Tersangka dijerat pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun,” pungkasnya. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi
Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi
Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep
Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib
Crime Clearance Polres Sumenep Meroket di 2025, Penyelesaian Perkara Tembus 82,4 Persen
Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar
Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:59 WIB

Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:14 WIB

Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Menangis di Hadapan Hakim: Asip Kusuma Memohon Keadilan atas Kekacauan Kasus ODGJ Sapudi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:40 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong, Laporan Warga Pakondang Mengendap di Kejari Sumenep

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:34 WIB

Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Berita Terbaru