Tanggap Darurat Banjir, Pemkab Sidoarjo Segera Normalisasi Sungai

- Redaksi

Minggu, 23 Februari 2020 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Sidoarjo akan melakukan normalisasi sungai dan menertibkan bangunan liar untuk mencegah terjadinya banjir di Kecamatan Tanggulangin. (Fahmi/ SJ Foto)

Pemkab Sidoarjo akan melakukan normalisasi sungai dan menertibkan bangunan liar untuk mencegah terjadinya banjir di Kecamatan Tanggulangin. (Fahmi/ SJ Foto)

SIDOARJO, seputarjatim.com- Sejak tanggal 19 Februari 2020, Pemkab Sidoarjo menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang melanda dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Saat ini pemerintah mulai fokus melakukan penanganan banjir di dua desa tersebut. Dari 12 RT di wilayah tersebut yang terendam banjir, kini tinggal 5 RT. Sedangkan jumlah warga terdampak yang semula ada 2.500 warga kini berkurang tinggal 1.309 warga. Namun, Pemkab Sidoarjo masih terus mengupayakan agar banjir segera surut.

Berbagai langkah diupayakan. Saat ini BPBD Kabupaten Sidoarjo sudah memasang 11 pompa air, untuk menyedot genangan air yang dibuang ke Avour Kali Kedungbanteng.

Sebagai wujud penanganganan bersama, Minggu, 23/2/2020 siang, dilakukan rapat koordinasi membahas langkah dan upaya yang dapat dilakukan selama dua pekan masa tanggap darurat banjir.

Rakor diikuti Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi, Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito, Camat Tanggulangin berserta tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Gililabak, Pulau Tanpa Sekolah

Rapat yang dipimpin Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin memutuskan beberapa langkah. Pertama penyedotan yang sudah berjalan maksimal dengan 11 pompa tetap dilanjutkan. Kedua selain menormalisasi juga melakukan pelebaran Kali Kedungbanteng sampai dengan Banjarasri dengan menertibkan bangunan liar di sepanjang tanah irigasi. Selain itu, langkah yang ketiga direncanakan akan dibangun bosem sebagai penampungan air saat musim hujan di Tanah Kas Desa (TKD) kedua desa langganan banjir itu.

“Kami minta Camat dan Kepala Desa daerah terdampak banjir segera mengumpulkan warganya. Koordinasikan terkait rencana penertiban bangunan liar di sepanjang kali Kedungbanteng dan Banjarasri,” kata Nur Ahmad Syaifuddin.

Sementara Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji memberikan solusi yang sama. Yakni normalisasi serta pelebaran sungai dan pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas tanah sempadan sungai. Sumardji menilai, selama melakukan sidak, penyebab banjir adalah karena pendangkalan sungai dan penyempitan sungai akibat banyaknya bangunan liar itu.

Baca Juga :  Danlanal Banyuwangi Hadiri Pembukaan Jambore Daerah Jatim 2019

Hal yang sama juga disampaikan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M. Iswan Nusi. Baginya bangunan liar penyebab tidak lancarnya aliran air, serta menyempitnya sungai menjadi faktor meluapnya air sungai ke rumah warga sehingga menyebabkan banjir.

Sementara rencana pembongkaran bangunan liar dan normalisasi kali dalam waktu dekat akan diputuskan. Saat ini Camat dan Kades bersama tokoh masyarakat berkoordinasi bersama warga Kedungbanteng dan Banjarasri. Pada kesempatan ini, BPBD Kabupaten Sidoarjo membagikan 570 pasang sepatu booth untuk warga terdampak. Sedangkan Tagana membuka dapur umum dan membagikan 3.000 nasi bungkus per hari. (mi/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Lengkap Nur Faizin, Dilantik PBNU sebagai Ketua PP GP Ansor Periode 2024-2029
Batik Tulis ‘A-Batik’ Berkat Dorongan Pemkab Sumenep hingga Bisa Berkembang
Owner A-Batik Harap Pemkab Sumenep Terus Berikan Perhatian Khusus kepada Para Pengrajin Batik
Festival Tan-Pangantanan Tonjolkan Budaya Lokal Sumenep
Harga BBM Tembus 30 Ribu Per Liter, Ketua AKD Nonggunong Minta APMS Di Operasikan Kembali
Warga Nonggunong Bersyukur Dapat Bansos Beras 10 Kg
Center Of Law Studies Gelar FGD, Bea Cukai Madura “Menghilang”
Sempat Dihentikan, Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Trujoyo Menemui Titik Terang

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:02 WIB

Profil Lengkap Nur Faizin, Dilantik PBNU sebagai Ketua PP GP Ansor Periode 2024-2029

Senin, 27 Mei 2024 - 14:49 WIB

Batik Tulis ‘A-Batik’ Berkat Dorongan Pemkab Sumenep hingga Bisa Berkembang

Senin, 27 Mei 2024 - 14:36 WIB

Owner A-Batik Harap Pemkab Sumenep Terus Berikan Perhatian Khusus kepada Para Pengrajin Batik

Senin, 27 Mei 2024 - 14:21 WIB

Festival Tan-Pangantanan Tonjolkan Budaya Lokal Sumenep

Sabtu, 18 November 2023 - 13:13 WIB

Harga BBM Tembus 30 Ribu Per Liter, Ketua AKD Nonggunong Minta APMS Di Operasikan Kembali

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB