Nyawa Pasien DBD Tak Tertolong, Oknum Perawat Puskesmas Dasuk Diduga Lambat Ambil Tindakan

- Redaksi

Kamis, 21 Maret 2024 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAH: Puskesmas Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur

CERAH: Puskesmas Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Seorang anak meninggal dunia, diduga faktor kelalaian dari oknum perawat Puskesmas Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hal ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Dulu yang menjadi kesalahan adalah saat menghubungi dokternya tidak aktif. Kini sudah terulang lagi, dengan kelalaian oknum perawat yang shift merawat pasien kurang profesional dalam bekerja.

Sehingga dengan kejadian fatal ini, oknum perawat yang shift pagi dan shift siang pada tanggal 19 Maret 2024 kemarin, kinerjanya perlu dipertanyakan.

Keluhan dari pihak keluarga pasien seharusnya menjadi atensi bagi perawat agar lebih cekatan melayani dan merawat pasien.

Baca Juga :  Lebaran Idul Fitri 2024, Bupati Sumenep Sediakan Mudik Gratis Jalur Darat dan Laut, Ini Titik Lokasi dan Jadwalnya

“Dia masuk ke Puskesmas pada tanggal 16 Maret 2024. Dia mendapatkan tindakan cek darah saja dilakukan pada tanggal 16 setelah itu tidak ada lagi,” kata salah satu kerabat korban yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (21/3/2024).

“Bagaimana cara mengevaluasi kalau tidak ada tindakan seperti itu. Hal ini kuat dugaan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah hanya di simpan dan tidak dipergunakan. Mungkin bisa saja ketika ada kejadian seperti ini baru dipergunakan setelah memakan korban,” tegasnya.

Dengan begitu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, agar oknum perawat yang lalai dan tidak profesional pada profesinya untuk segera ditindak.

Kata dia, memang dari hari pertama kali menerima pelayanan yang baik, akan tetapi pada hari Selasa, kondisinya mulai menurun lagi.

Baca Juga :  Setiap Hari, Pemkab Sumenep Bagi-Bagi Takjil Gratis kepada Masyarakat selama Bulan Ramadhan

Tentu, dokter yang menangani pasti tahu dan pasti memberikan arahan kepada oknum perawat yang menangani terkait kondisi pasien tersebut.

“Kami memang mulai curiga, tepatnya Hari Selasa mungkin ada saran dari dokter grojok akan tetapi pada pagi itu infusnya saja sisa yang malam hari dan belum diganti,” bebernya.

Lanjut ia menjelaskan, seharusnya anak itu ditangani segara pada saat keluarga korban melapor ke perawatnya, jika kondisi anak itu dalam keadaan menggigil.

“Bukan malah perawatnya menjawab itu efek dari obat. Anehnya mana ada efek menggigil seperti itu disebabkan oleh obat,” jelasnya.

“Dia cek darahnya dilakukan pada tanggal 16 setelah itu tidak ada lagi. Bagaimana cara mengevaluasi kalau tidak ada tindakan seperti itu. Hal ini kuat dugaan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah hanya di simpan dan tidak dipergunakan. Mungkin bisa saja ketika ada kejadian seperti itu baru dipergunakan setelah memakan korban,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas (Kapus) Dasuk, Novia Sari Wahyuni mengatakan, bahwa pada hari ketiga (Senin) setelah di rawat di puskesmas Dasuk, kondisi anak menurun dan gelisah, sehingga pihaknya menyarankan kepada keluarga pasien untuk segara di rujuk, tapi tidak dibolehkan karena masih ingin dirawat di puskesmas setempat.

Baca Juga :  Selama Bulan Ramadhan, RSUD Moh Anwar Sumenep Tetap Komitmen Beri Pelayanan Terbaik hingga Beri Menu Buka Puasa Gratis kepada Keluarga Pasien

“Hari Selasa itu saat dicek, masih bagus, masih 4,5,6, jadi kondisinya masih stabil semua, kondisi yang buruk di malam hari,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Namun, saat ditanya terkait pengecekan darah, pihaknya mengaku sudah dijelaskan di kronologi, karena pihakn dokter sudah mendatangi dinas terkait.

Saat kapus dalam obrolan langsung bersama media seputarjatim.com sempat keceplosan. Pihaknya mengaku ada beberapa berkas memang tidak dikerjakan oleh oknum perawat yang menjadi karyawannya.

Pada hal ini, kuat dugaan kronologi pasien dan rekam medis (RM) bisa saja dibuat-buat sebaik mungkin, agar membuat nama baik puskesmas baik-baik saja tanpa ada masalah ini.

“Aku takut salah ngomong lo, karena sudah ada di kronologi, sesuai dengan RM (Rekam Medis, red),” bebernya.

“Mengecek DBD tidak harus mengambil sampel darah, kami ada sendiri alatanya,” ucapnya.

Lanjut ia menyampaikan, sebelum terjadi kejadian fatal, pada hari Selasa pagi, pihak dokter sudah melakukan observasi intensif kepada pasien.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Nota Penjelasan LKPJ Bupati Tahun 2023 dengan Dihadiri Wakil Bupati

“Saat dicek masih enak, itu malamnya yang kritis, karena kalau DBD itu resikonya tinggi banget, 7 hari melewati masa kritis, kalau penanganan awal dan bagus kondisi ketahanan tubuhnya maka penanganannaya bisa berjalan sempurna,” tandasnya.

“Saat kritis itu yang terjadi malamnya, dan langsung kita rujuk. Tapi setelah stabil, tensinya sudah naik, SPU2 naik, kami sudah grojok infus, itu dokternya yang nangani sendiri,” tuturnya.

Kemudian diakhir, ia menambakan, bahwa terkait RM (rekam medis), pihaknya mengaku tidak ada yang keliru, cuma ada catatan yang kurang lengkap saat mengganti infus yang tidak ditulis.

“Tapi itu di hari pertama dan kedua ya!,” imbuhnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selama Ramadhan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Maksimal Layani Pasien 24 Jam
Polres Sumenep Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, 8 Orang Jadi Tersangka
RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Layanan Inklusif, Edukasi Kesehatan Gratis untuk Anak Difabel di SLB Saronggi
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima
Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis
Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
RS BHC Sumenep Resmi Layani BPJS Kesehatan, Hadirkan Pojok Mobile JKN untuk Permudah Administrasi Pasien
Modernisasi Layanan dan SDM, RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Andal

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:16 WIB

Selama Ramadhan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Maksimal Layani Pasien 24 Jam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:49 WIB

Polres Sumenep Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, 8 Orang Jadi Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 16:28 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Layanan Inklusif, Edukasi Kesehatan Gratis untuk Anak Difabel di SLB Saronggi

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:54 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:21 WIB

Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis

Berita Terbaru