Praktik Pemotongan Dana PKH di Pakondang Sumenep Kembali Terkuak, MH Jadi Aktor Baru setelah Rahema

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Praktik Pemotongan Dana PKH di Pakondang Sumenep muncul pelaku baru (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Praktik Pemotongan Dana PKH di Pakondang Sumenep muncul pelaku baru (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan praktik pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus bergulir dan kini memasuki babak yang semakin mengkhawatirkan.

Setelah sebelumnya mencuat nama ketua kelompok PKH, Rahema, kini warga menemukan indikasi kuat keterlibatan aktor lain berinisial MH yang diduga turut menguasai ATM KPM dan melakukan pemotongan bantuan secara terselubung.

Kemunculan nama MH membuat skandal ini tampak jauh lebih terstruktur dan diduga tidak dilakukan oleh satu orang saja.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama MH pertama kali disorot setelah KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah, mengungkap bahwa sejak awal kartu ATM miliknya tidak pernah ia pegang sendiri.

“Saya hanya diberi Rp2,1 juta. Setelah ramai kasus pemotongan, MH mendatangi saya dan tiba-tiba memberi Rp2,5 juta lagi, bilangnya bantuan tambahan,” ungkap S, Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga :  Air Mineral 'Eatore' Resmi Diluncurkan, IKAMA dan Pesantren Mathali’ul Anwar Dorong Kemandirian Ekonomi

Bagi warga, langkah MH itu terasa janggal, bahkan dicurigai sebagai manuver menutup jejak pemotongan sebelumnya.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah seorang saksi lain yang meminta identitasnya dirahasiakan turut membenarkan pola serupa.

“ATM KPM dipegang MH. Dicairkan tanpa sepengetahuan pemilik, lalu uangnya diberikan tidak sesuai jumlah yang masuk,” ujarnya.

Sejumlah KPM selama ini juga mengaku menerima dana jauh di bawah nominal yang seharusnya, di mana SM hanya menerima Rp800 ribu, padahal saldo masuk Rp3,45 juta. kemudian HN menerima Rp1,2 juta, sedangkan rekeningnya mencatat Rp2,55 juta.

Dari rentetan kesaksian ini, warga mulai menyimpulkan bahwa praktik pemotongan tidak dilakukan secara tunggal, melainkan melibatkan lebih dari satu oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan KPM mengenai mekanisme pencairan bantuan.

Dengan munculnya nama MH, warga menuntut pemerintah desa, pendamping PKH, hingga Dinas Sosial Sumenep untuk tidak berhenti pada satu nama, tetapi mengusut penuh dugaan jaringan yang lebih luas.

Baca Juga :  APHT Sumenep Jadi Rujukan Nasional, Pemkab Probolinggo Lakukan Studi Tiru Pengelolaan DBHCHT

“Kami ingin bantuan diterima penuh tanpa potongan. Jika ada lebih dari satu oknum yang bermain, semuanya harus diproses hukum,” ujar salah satu KPM.

Tokoh pemuda Pakondang, Imam Mustain Ramli memastikan, bahwa kasus ini sudah resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep.

“Kami sudah sampaikan kasus ini ke Kejari Sumenep. Dan dalam waktu dekat, bukti-bukti baru juga akan kami serahkan kembali. Ada temuan baru yang semakin memperkuat dugaan keterlibatan oknum MH,” tegasnya.

Lanjut Imam Kachonk sapaan akarabnya juga mengingatkan, bahwa laporan ini tidak boleh mandek.

“Kami berharap kasus ini tidak macet. Dengan adanya Kepala Kejari yang baru, kami sangat berharap beliau membuka kasus ini lebar-lebar dan mengungkap semua oknum yang terlibat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Turun ke Akar Rumput, Genjot Pencegahan Kekerasan Anak di Titik Rawan

Dengan nada keras, Imam mengecam keras tindakan pemotongan bantuan tersebut.

“Ini perbuatan biadab. Tidak bermoral. Apa pun alasannya, mengambil hak orang miskin itu kejahatan. Dan bila terbukti MH maupun oknum lain terlibat, harus ditindak,” tegasnya.

Ia menekankan, bahwa masyarakat kecil sering dijadikan korban karena minimnya akses informasi dan pemahaman terhadap mekanisme bantuan.

“Bansos itu hak masyarakat miskin. Kalau ada oknum yang berani bermain-main dengan bantuan itu, berarti mereka dengan sengaja mencederai orang miskin. Itu tidak bisa ditoleransi,” tambahnya.

Ia juga meminta seluruh KPM mencetak rekening koran secara mandiri dan menuntut pendamping PKH menghadirkan pihak bank penyalur ke desa untuk pengecekan besar-besaran.

“Dengan pengecekan menyeluruh, akan terlihat apakah hanya Rahema, MH, atau ada keterlibatan oknum lain. Semua harus terbuka. Tidak boleh ada yang disembunyikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Pakondang secara resmi mengajukan pengaduan masyarakat (Dumas) pada Senin, 24 November 2025 lalu, terkait dugaan pemotongan dana PKH yang disinyalir terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan merugikan KPM.

Laporan tersebut disampaikan oleh tokoh pemuda Desa Pakondang, Imam Mustain R, bersama sejumlah KPM yang mengaku menjadi korban pemotongan.

Laporan tersebut disampaikan oleh tokoh pemuda Desa Pakondang, Imam Mustain R, bersama sejumlah KPM yang mengaku menjadi korban pemotongan.

“Kami datang ke Kejari untuk mencari keadilan. Pemotongan dana PKH ini telah menyengsarakan rakyat miskin. Ini hak rakyat, tidak boleh dipotong oleh siapa pun dan dengan alasan apa pun,” imbuhnya.

Hingga berita ini dterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.(EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali
Dalih Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diduga Perkosa Perempuan di Kamar
3 Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Resmi Ditahan Polresta Sumenep
Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun
Asmara Berujung Bui, Pria di Sampang Diciduk Polisi Usai Diduga Paksa Tiduri Pacarnya
Kasus Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong, Tiga Tersangka Terancam Dijemput Paksa
Tiga Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Belum Ditahan Polisi
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:11 WIB

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Rabu, 2 September 2026 - 23:52 WIB

Dalih Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diduga Perkosa Perempuan di Kamar

Selasa, 1 September 2026 - 12:12 WIB

3 Tersangka Dugaan Pencurian Kayu di Nonggunong Resmi Ditahan Polresta Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Asmara Berujung Bui, Pria di Sampang Diciduk Polisi Usai Diduga Paksa Tiduri Pacarnya

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB