Kasus Cabul Guru-Siswi, kak Seto: Perlu Dipidana!

- Redaksi

Selasa, 25 Juni 2019 - 12:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Kak Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), ditemui wartawan dalam Acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasioal, di Hall PT Garam Persero, Sumenep, Selasa (25/06/2019).

Kak Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), ditemui wartawan dalam Acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasioal, di Hall PT Garam Persero, Sumenep, Selasa (25/06/2019).

Sumenep, seputarjatim.com- Kasus pencabulan yang dilakukan 3 oknum Guru, terhadap siswinya sendiri, di SMP Cekeusal, Serang, Banten, mendapat perhatian khusus dari Kak Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Hal ini disampaikan kak Seto, saat hadiri Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, di Hall PT Garam Persero, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (25/06/2019). Menurutnya perlindungan kepada anak didik mutlak dilakukan oleh setiap guru. “Tetap yang dewasa yang salah, dan perlu dipidana. Jadi tidak ada istilah ini karena mau sama mau atau apapun”, tegas kak Seto.

Kak Seto yang juga sebagai Psikolog Anak ini meminta pihak Kepolisian dapat menyelidiki kasus ini secara adil dan transparan. Menurutnya juga penting dilakukan pendidikan khusus tentang perlindungan anak untuk para Guru di sekolah. “Mungkin perlu ada pelatihan kembali bagi para guru, khususnya guru muda, mengenai adanya hak anak ini. dan mengenai profesionalisme sebagai guru dan sebagai pendidik. Bahwa pendidik itu bukan hanya pada pengenalan mata pelajaran saja atau akademik, karena justru yang paling penting dan nomor satu adalah etika, “ terang kak Seto.

Sebelumnya kasus yang menggegerkan dunia pendidikan terjadi di SMP Cikeusal, Serang, Banten. Aksi pencabulan ini dilakukan oleh tiga oknum guru secara bersama-sama, kepada siswinya sendiri yang baru berumur 14 tahun. Lebih ironis lagi, sang guru mengaku perbuatan cabul ini telah dilakukan berulangkali sejak November 2018.

Baca Juga :  Gaduh Toilet Viral, Dewan Pendidikan Akan Temui Disdik Sumenep

Kini polisi telah menangkap ketiga oknum guru. Mereka dijerat pasal 82 ayat 1, 2 dan 3, Undang-Undang No. 17 Tahun 2017, tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling ringan 7,5 tahun dan terberat 20 tahun penjara. (dik/red)

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean

Berita Terbaru