Dikeluhkan Warga, Trotoar Depan Pasar Lenteng Berubah Fungsi Jadi Lapak Pedagang

KULINER38 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal atau menjual dagangannya di depan pasar lenteng dikeluhkan warga, karena antrian pembeli sering menyebabkan kemacetan lalu lintas, Warga bahkan mengeluhkan trotoar jalan untuk para pejalan kaki kini beralih fungsi menjadi lapak berdagang.

“Trotoar ini kan untuk pejalan kaki, seharusnya steril dari para pedagang, kalau seperti ini membuat kami (pejalan kaki-red) tidak lagi nyaman, bahkan tidak jarang terjadi kemacetan,” Kata RD warga sekitar.

Masih kata RD, Seharunya ada penataan pedagang lebih baik lagi dan parkir kendaraan seharusnya juga dibuatkan tempat khusus, agar tidak Kelihatan semrawut kalau malam hari.

“Seharusnya para PKL ini dipindah ke area dalam, agar trotoar ini bisa digunakan sesuai fungsinya dan tidak menimbulkan kemacetan kalau lagi rame pembeli,” Pungkasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Agus Susilo selaku penanggung jawab pasar lenteng mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi agar pedagang mau pindah ke dalam, namun faktanya sampai saat ini pedagang tetap mangkel dan tidak mengindahkan masukan dari dirinya.

“Kalua masih mau dirangkul ayo kita rangkul, ini demi kepentingan bersama,”terang agus.

Masih kata agus, awalnya pedagang sempat pindah kedalam namun lagi-lagi pedagang tidak mengindahkan saran dari dirinya malah kembali pindah keluar.

“Kemaren sempat pindah ke dalam, namun hanya sebentar, habis itu pindah lagi keluar sampe sekarang,” Terang agus secara singkat. Selasa (25-01-2021)

Ditempat terpisah, Hairul Anwar Kepala UPTD Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa, relokasi PKL yang menempati trotoar di depan pasar lenteng menjadi atensi dirinya semenjak awal menjabat kepala UPTD Pasar dan pihaknya akan mengundang seluruh PKL untuk diajak rembuk untuk ditawarkan beberapa opsi agar bisa mengembalikan trotoar sesuai dengan fungsinya.

“Ada sekitar 15 PKL yang menempati trotoar tersebut dan akan kita masukkan pedagang tersebut dengan dua opsi, yang penting PKL masuk dulu,” Jelasnya.

Bahkan Hairul mengaku sudah akan melayangkan surat kepala kepala  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep terkait penataan pedagang di pasar lenteng.

“Awal Februari kita akan gerak, mohon dukungannya,” Pungkas Hairul. (Bambang)

Komentar