Peringati Hari Santri, Gubernur Khofifah Berharap Pesantren Menjadi Laboratorium Perdamaian Dunia

- Redaksi

Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Fahmi/ SJ foto)

(Fahmi/ SJ foto)

SURABAYA, seputarjatim.com Peringatan Hari Santri tahun 2019 mengambil tema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”. Dalam amanat tertulis menteri agama pada hari santri disampaikan bahwa isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin. Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang pluural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Rangkaian hari santri dilaksanakan secara beragam. Antara lain yang diselenggarakan lembaga pendidikan Khadijah Surabaya berlangsung cukup istimewa. Hari yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober itu tak hanya dihadiri Sheikh Afeefuddin Al Jailani saja. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasan pun ikut menghadiri peringatan tersebut di Yayasan Khadijah Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah yang mengenakan baju muslim berwarna putih itu mengajak para siswa membangun semangat heroisme (kepahlawanan). Semangat tersebut disampaikan untuk mengikuti jejak sekaligus melanjutkan perjuangan para syuhada dan pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk semakin membangkitkan semangat heroisme, Gubernur Khofifah melantunkan Sholawat Nabi bersama para siswa yang kemudian dilanjutkan dengan Lagu Ya ahlal Waton. Secara serentak para siswa dari tingkat SMP dan SMA berdiri ikut melantunkan lagu tersebut.

Baca Juga :  Protes Kerusakan Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD

“Saya ingin bersama-sama berdiri untuk menyemangati kita semua. Mari kita baca Sholawat Nabi selanjutnya kita akhiri dengan menyanyikan Ya Ahlal wathan ( Patriot Bangsa – red),” kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Mantan Menteri Sosial RI di era Presiden Jokowi itu juga berharap agar semua siswa dan masyarakat Jawa Timur mendapatkan syafaat dari Nabi Mugammad SAW serta barokah dari karomahnya Ulama khususnya As Syech Abdul Qodir Al Jaelani yang cicitnya Asy Syech Afeefuddin Al Jaelani juga hadir.

Terkait Peringatan Hari Santri, orang nomor satu di Jatim itu menjelaskan, bahwa Hari Santri adalah komitmen fatwa resolusi jihad bahwa fardu ain (kewajiban secara individu) untuk bela negara dari para kyai dalam komando KH. Hasyim Asy’ari yang saat itu sebagai rais akbar PBNU. Para kyai kemudian memberikan fatwa tentang resolusi jihad bahwa membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah fardu ain, kewajiban yang melekat pada setiap orang.

“Itulah yang kita peringati pada hari santri. Kalau detik-detik diumumkannya fatwa resolusi jihad pada banyak sejarah kira-kira jam 20.30 WIB. Maka pemprov mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur untuk hening cipta selama 60 detik pada jam 08.00 dan do’a bersama di pesantren pada pukul 20.30 atas dasar Keppres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ada dua poin penting pada Surat Edaran Gubernur Jawa Timur terkait Peringatan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober. Poin pertama, kepada seluruh masyarakat Jatim dimohon untuk mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 WIB. Tujuannya untuk mendoakan arwah syuhadah, para pahlawan yang menjaga dan mempertahankan kemerdekaan RI, sekaligus mendoakan untuk keselamatan bangsa.

Baca Juga :  Disinyalir Penuh Ketidakberesan, Pembangunan Proyek Drainase di Desa Jabaan Manding Disoal

Poin kedua dalam Surat Edaran Gubernur Jatim, yaitu Pondok Pesantren melakukan doa bersama pada pukul 20.30 WIB.

“Jadi ada pagi, ada malam. Supaya santri-santri bersama berdoa untuk arwah syuhada dan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan RI, serta doa untuk keselamatan bangsa,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sheikh Afeefuddin Al Jailani membagikan cara terbaik supaya mendapatkan ilmu, menjadi orang yang bermanfaat dan berjasa. Cara ini diawali dengan kisah penemuan listrik dan lampu oleh Thomas Alfa Edison. Motivasi dari seorang ibu mampu menjadikan Thomas Alfa Edison sebagai penemu.

“Orang tua mempercayai kesuksesan kalian, apa yang bisa kalian balas terhadap kepercayaan orang tua kalian. Yang paling utama sekarang membahagiakan orang tua, para guru, menjadikan negara lain menghormati Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur juga menjadi pimpinan apel hari santri yang diselenggarakan di Mapolda Jawa Timur pada tanggal 22 Oktober yang dihadiri Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Ketua MUI, Ketua PWNU, PW Muhammadiyah dan forkopimda lainnya, pengasuh pondok pesantren, serta ribuan santri dan prajurit TNI – POLRI. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:22 WIB

Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru