Polres Lamongan Ungkap Sindikat Penipuan Dengan Modus Menggandakan Uang

- Redaksi

Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Lamongan bongkar sindikat penipuan dengan modus mampu menggandakan uang. (Mahrus/ SJ Foto)

Polres Lamongan bongkar sindikat penipuan dengan modus mampu menggandakan uang. (Mahrus/ SJ Foto)

LAMONGAN, seputarjatim.com– Mengaku dapat menggandakan uang, HR, (58), warga Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur terpaksa diamankan polisi. Tersangka ditangkap di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Kamis, 03/10/2019 lalu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kain keliling ini ditangkap atas tuduhan penipuan.

Menurut polisi, dalam menjalankan aksinya selama ini HR mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang puluhan juta. Syaratnya, korban harus menyetor mahar sebesar Rp 8 juta rupiah terlebih dahulu.

“HR ini mengaku sebagai dukun dan bisa menggandakan uang. Uang 8 juta yang disetorkan ke tersangka ini bisa digandakan menjadi 300 juta,” kata Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Kamis, 10/10/2019.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Teller Bank, Kurniadi: Trauma Korban Karena Ulah Suaminya Sendiri
Polisi menyita barang bukti uang palsu pecahan 100 ribu dan 50 ribu dari tersangka. (Mahrus/ SJ Foto)

Tak hanya mengaku sebagai dukun, dari pemeriksaan yang dilakukan polisi diketahui jika HR memiliki sindikat kejahatan lain bersama 8 tersangka. Dari mereka polisi mengamankan uang palsu pecahan 100 dan 50 ribu.

“Ada 8 tersangka yang kita amankan, mereka mempunyai peran masing-masing,” jelas Kapolres Lamongan.

Delapan tersangka yang berhasil dibekuk petugas kepolisian mempunyai peran berbeda-beda. Rinciannya RM sebagai pembuat uang palsu, ST penyedia uang palsu, SP dan ST bertugas melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang, sementara PR dan HA berperan menunggu di terminal Ngimbang.

Baca Juga :  Kasus Gedung Dinkes Sumenep Masih Gelap, Ini Janji Kapolres Sumenep

“Mereka mempunyai peran berbeda-beda dan berstruktur,” ungkap perwira polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini.

Selain berhasil mengamankan delapan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100 dan 50 ribu rupiah, printer, kain kafan dan selembar kain merah.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 1 jo 26 ayat 1 UU RI No. 7 tahun 2011 dan Pasal 36 ayat 2 jo 26 ayat 2 UU RI No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. (Mah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Gadai Emas di BMT-UGT Nusantara Gayam Masuk Tahap Penentuan, Polisi Segera Gelar Perkara
Kades Pragaan Daya Ditahan Kejari Sumenep, Rugikan Negara hingga Rp585 Juta
Perampas Kalung Emas Rp70 Juta di Guluk-Guluk Dibekuk Polisi
Gegara Main Petasan, Warga Lenteng Sumenep Dipukuli Hingga Wajah Terluka
Serang Profesi Wartawan, IWO Resmi Laporkan Akun TikTok Juan Kurniawan ke Polres Sumenep
Polres Sumenep Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi, 8 Orang Jadi Tersangka
Duplik Kasus ODGJ Sapudi, Aksi Darurat Dipersoalkan, Nurani Hukum Diuji di PN Sumenep
Keadilan yang Tercekik, Pledoi Musahwan Menggema di Sidang ODGJ Sapudi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 21:10 WIB

Kasus Gadai Emas di BMT-UGT Nusantara Gayam Masuk Tahap Penentuan, Polisi Segera Gelar Perkara

Kamis, 23 April 2026 - 18:09 WIB

Kades Pragaan Daya Ditahan Kejari Sumenep, Rugikan Negara hingga Rp585 Juta

Minggu, 5 April 2026 - 18:45 WIB

Perampas Kalung Emas Rp70 Juta di Guluk-Guluk Dibekuk Polisi

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:56 WIB

Gegara Main Petasan, Warga Lenteng Sumenep Dipukuli Hingga Wajah Terluka

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:32 WIB

Serang Profesi Wartawan, IWO Resmi Laporkan Akun TikTok Juan Kurniawan ke Polres Sumenep

Berita Terbaru